Nilam Sari dan Kebab Turki Baba Rafi
Yang suka kebab, pasti tahu dong Kebab Turki Baba Rafi?
Dulu, saya pikir Kebab Turki Baba Rafi itu kuliner waralaba milik orang Turki. Ehh ternyata baru tahu lewat zoominar Komunitas ISB jika pendiri waralaba kebab yang mendunia ini adalah warga negara Indonesia, tepatnya warga Surabaya, Jawa Timur.
Wahh keren, ya! Dan fakta uniknya Kak Nilam membangun bisnis ini dari nol bersama suami beliau waktu itu di usia 19 tahun.
Namun diusia sebelia itu berani membangun bisnis, apakah bisnis yang dijalankannya bakal semulus dan sefantastis itu hingga di akhir?
Sepertinya bakal banyak ilmu yang kita dapat dari zoominar kali ini. Maka, kosongkan pikiran dan bersiap upgrade ilmu bisnis bareng Kak Nilam Sari, seorang womanpreuneur dan founder Kebab Baba Rafi di #ISBWorkshop bersama Komunitas ISB asuhan Teh Ani Berta, pada hari kamis tanggal 21 Mei 2026, pukul 19.30 – 21.00 WIB secara online.

Bertajuk “Kick Start Your Business, Temukan Keberanian untuk Memulai dan Kekuatan untuk Konsisten”, #ISBWorkshop kali ini membahas tentang sisi lain dunia bisnis yang ternyata tak hanya sekadar berani memulai, namun juga berani bertahan dan konsisten bertumbuh ditengah hantaman badai dengan mental tangguh dan mindset positif agar terus berdampak dan goal tercapai.
Perjalanan Awal Bisnis
Ibu muda yang mengaku tak bisa masak ini memulai bisnis kulinernya dengan bahan yang mudah diolah, seperti burger dan hot dog dengan memakai gerobak di daerah Surabaya Timur. Fyi Kak Nilam memang memutuskan menikah di usia muda yaitu 19 tahun dan meninggalkan bangku kuliah di Univ Airlangga, namun kecerdasannya tetap diasah meski sudah menjadi ibu rumah tangga dengan merintis sebuah usaha.
Modal awal yang dimiliki ternyata hanya 4 juta rupiah dari hadiah pernikahannya, dengan 2 juta dibelanjakan untuk membeli gerobak, 500 ribu untuk sewa tempat, dan sisanya untuk biaya peralatan serta operasional.
Ide jualan kebab muncul ketika Kak Nilam sedang melakukan perjalanan ke Qatar, tempat mertuanya tinggal waktu itu. Di Qatar, Kak Nilam melihat disetiap sudut kota menjual kebab dengan cara grab and go. Konsep ini yang akhirnya Kak Nilam adopsi dan perkenalkan pada tambahan menu gerobaknya, setelah menu tersebut disesuaikan dengan lidah orang Asia.
Tak disangka respon pembeli sangat positif, mungkin karena di awal tahun 2000-an street food kebab adalah cita rasa baru bagi lidah warga lokal. Hingga akhirnya bermula dari satu gerobak bertumbuh menjadi 5 gerobak dalam setahun, dan suatu hari ada seseorang yang tertarik dan bertanya, “Saya mau jualan juga, boleh pakai nama dan konsep kamu?”
Kak Nilam yang visioner, menganggap pertanyaan ini adalah sebuah peluang baru bisnisnya. Walau belum mengenal dan paham konsep waralaba/franchice, Kak Nilam ambil dulu peluang itu dan memantapkan ikhtiar dengan mulai menambah ilmu dan bergabung di Asosiasi Franchise Indonesia. Dari sini akhirnya Kak Nilam menemukan beberapa mentor bisnis dan upgrade ilmu bisnis melalui berbagai pelatihan.
Puji syukur di tahun 2005 Kebab Turki Baba Rafi resmi diperkenalkan melalui logo dan nama, dimana Baba dalam bahasa Arab adalah ayah dan Rafi adalah putra pertama Kak Nilam Sari. Bisnis kebabnya pun terus tumbuh, hingga ditahun berikutnya gerobak Kebab Turki Baba Rafi sudah menjadi 30 gerobak yang tersebar di beberapa daerah, seperti Sidoarjo, Malang, Bali dan Kalimantan.
Bisnis yang bergerak cepat, gerai outlet ada dimana-mana tapi kenapa Kak Nilam merasa ada yang salah? Dari sini Kak Nilam menyadari jika bisnis perlu manajemen dan sistem yang benar, karena bisnis tak hanya tentang market, namun juga tata kelola keuangan yang benar dan frame work untuk menciptakan tim bulding yang solid.
Dan ketika orang mulai banyak masuk, namun budaya kerja sesuai SOP belum dijadikan frame work dan fondasi kerja yang benar, maka yang datang hanya banyak masalah tanpa solusi cepat.
“Bisnis bukan hanya soal produk dan sistem operasional, namun bisnis adalah soal manusia. Dan manusia butuh arah, nilai dan rasa yang dimiliki,” kata Kak Nilam Sari.
Up and Down Bisnis Kebab Baba Rafi
Tahun 2008 adalah awal Kak Nilam bersama keluarga memantapkan bisnisnya dengan berani mengambil peluang-peluang besar di ibu kota, otomatis kantor Kebab Turki Baba Rafi akhirnya berpindah dari Surabaya ke Jakarta. Keputusan ini membuahkan hasil yang signifikan, karena di awal masuk Jakarta gerai outlet yang dimiliki adalah 350 outlet dan ketika masuk Jakarta bisa mencapai 800-an outlet, pencapaian yang luar biasa!
Walau tak pernah menyelesaikan bangku S1, namun karena kegigihan saat menang lomba Majalah SWA Kak Nilam pun berhasil mendapatkan beasiswa S2 di jalur bisnis. Dari sini kemampuan bisnisnya berkembang, beliau mulai membangun sistem bisnis dan berani merekrut orang-orang kredible hingga timnya berisi talent-talent profesional yang mempunyai visi yang sama dalam menjalankan bisnis untuk mengangkat brand lokal mendunia.
Alhasil ketika ekonomi dunia mulai membaik pasca krisis ekonomi, Kak Nilam berani ekspansi outlet Kebab Turki Baba Rafi hingga ke 9 negara dan tembus menjadi 1.300 gerai, mantep banget kan?
Namun hidup tak selalu mulus, ada fase dimana Kak Nilam harus menghadapi fase tersulit dalam hidup, salah satunya ketika beliau dihadapkan dengan perceraian yang bersamaan dengan vonis ibu Kak Nilam didiagnosa Leukimia.
Ibu yang selalu membersamainya, yang membantu mengawasi dan menjaga buah hatinya dari berbagai keriwehan dunia bisnis yang sedang beliau bangun. Kak Nilam harus menghadapi kenyataan jika Sang ibu divonis Leukimia bersama dengan proses perceraiannya. Sedangkan ex-suami beliau adalah partner bisnis yang selama ini berada dalam satu tim kerja, kebayang kan jika partner bisnisnya hilang tentu berpengaruh dalam pengelolaan bisnis.
Masalah terberat adalah ketika dihadapkan dengan drama perceraian panjang dimana di sana ada tindak kekerasan dan seringnya berurusan dengan aparat hukum. Selain itu dibenturkan dengan hutang senilai milyaran rupiah karena ada beban hutang produktif yang masih berjalan dari perusahaan lama, adanya mosi tidak percaya dari tim kerja, rekan bisnisnya, bahkan para banker setelah pecah kongsi membuat hidup Kak Nilam benar-benar berada dititik terendah.
Tahun 2017 hidup Kak Nilam benar-benar berada di masa tersulit, 350 karyawannya pun harus rela beliau lepaskan, bahkan di salah satu podcast ketika di fase ini Kak Nilam pernah nyaris ingin mengakhiri hidupnya.
Memilih Bangkit dengan Inovasi Terbaik
Dengan segala kekuatan setelah beratnya ujian hidup membuat Kak Nilam akhirnya berani melepas Perusahaan Baba Rafi yang dibesarkannya. Kak Nilam memilih bangkit dan membangun perusahaan baru dengan nama PT Sari Kreasi Boga.
Didikasi yang tinggi dalam pekerjaan membuat hutang milyaran yang menjadi beban hidup akhirnya di tahun 2017-2019 berangsur bisa dilunasi dan ratio hutang pun kembali normal. Kabar baiknya di pertengahan tahun 2022 dibawah investor baru sebagai partner bisnisnya, PT Sari Kreasi Boga bisa masuk ke lantai bursa IPO. Sebuah previlage yang mungkin bagi sebagian orang hanya bisa dicapai oleh perusahaan-perusahaan besar, disinilah Kak Nilam mengajarkan jika investasi leher ke atas itu penting banget!
Tagline pun banyak bermunculan, “Dari lantai trotoar, hingga ke lantai bursa. Dari gerobakan, hingga ke IPO!”
Sebuah pencapaian yang dulunya tak pernah Kak Nilam bayangkan.
Terlahir dari bisnis UMKM hingga punya banyak pengalaman dan keberhasilan di bidang franchise dan juga investasi membuat Kak Nilam membangun NS Consulting di tahun 2024 dengan nama PT Nava Sari Kreasi untuk membantu para UMKM yang sudah punya duplikasi bisnis namun kesulitan dalam pengembangannya.
Nah, jika para pelaku usaha tersebut lolos dalam kurasi tim NS Consulting maka mereka akan mendapatkan beberapa pelatihan dan dibantu pemasarannya sebagai wujud sistem kemitraan atau franchisenya. Dan untuk pebisnis pemula yang ingin melakukan kemitraan bisa cek di marketplace BukaOutlet.com untuk lebih mendalami tim bisnis Kak Nilam. Beberapa brand yang sudah bermitra seperti: Almaz Fried Chicken, Jakarta Koin Loundry dan bahkan kini sudah mencapai 40 UMKM yang memilih bermitra dengannya.
Wouww pelajaran yang sangat berharga dari perjalanan bisnis Kak Nilam sari ini, beberapa hal yang perlu digarisbawahi bagi si Emak ini adalah:
- Bisnis bukan tentang berani memulai, Tapi juga bertahan, bertumbuh dan inovasi
Bahwa bisnis bukan hanya sekadar berani memulai, namun juga berani bertahan dan konsisten bertumbuh, terutama ditengah hantaman badai. Oleh karena itu mental tangguh, mindset positif dan kecerdasan dalam berinovasi adalah tiga hal yang perlu dipupuk dan dilatih agar bisnis terus berdampak dan goal tercapai.
- Percaya Pada Diri Sendiri
Karena mimpi itu hanya kita yang pahami, dan bisnis itu tentang trust atau kepercayaan. Maka jika kita tidak mempercayai diri sendiri, bagaimana lingkungan bisa percaya dengan mimpi dan kemampuan kita? Contohnya: partner bisnis, keluarga ataupun semua stick holder bisnis kita.
- Investasi Leher ke Atas
Jangan pelit investasi ilmu karena ilmu dan pengalaman perlu terus diupgrade agar kita bisa terus berinovasi dan memiliki jam terbang tinggi. Bahkan jika kita berada di titik terendah pun, investasi ini akan membawa kita berani bangkit dengan tidak memulai dari nol lagi guna menggapai versi terbaik diri
- Support System yang Baik
Memiliki support system yang baik dalam bisnis adalah sebuah kebutuhan jika bisnis ingin sehat dan melaju cepat, oleh karena itu jika bertemu dengan lingkungan yang toxic dan tidak membangun, maka segera ganti atau tinggalkan saja!
- Inovasi Tiada Henti
Jangan pernah stag di satu titik pencapaian versi kita, karena bisa dipastikan orang lain pun akan berlomba dan melirik kesuksesan yang pernah kita raih. Kreatifitas dan inovasi perlu dibangun, dikembangkan dan dicapai agar bisa terus bertumbuh menjadi versi terbaik kita.
Yess, seperti biasa sarat ilmu banget narsum yang dihadirkan Teh Ani di #ISBWorkshop kali ini, komunitas tercinta yang selalu meng-create anggotanya untuk selalu disiplin menulis dan terus bertumbuh.
Terima kasih Kak Nilam Sari atas kisah dan pembelajaran dari perjalanan bisnisnya yang luar biasa, terima kasih juga pada Teh Ani Berta dan komunitas ISB yang sudah menghadirkan acara ini.
Berkah barokah dan sukses selalu buat Teh Ani, Kak Nilam Sari dan komunitas ISB tercinta. Semoga di lain kesempatan bisa kembali menimba ilmu bersama komunitas ISB.
Salam,
-Kinan-



