Kesulitan Dalam Memberikan Nama Bayi? Coba Tips Berikut, Ya!


Bagi banyak pasangan suami istri, kehadiran seorang bayi di tengah keluarga menjadi sebuah pengharapan serta kebahagian tersendiri bagi keluarga kecil mereka. Doa dan harapan tercurah dari orang tersayang di sekelilingnya, untuk calon buah hati mereka yang akan segera terlahir ke dunia.

Oleh karena itu sebagai orang tua, salah satu tugas kita ketika bayi akan lahir adalah memberikannya sebuah nama.

Pentingkah sebuah nama itu? Tentu pentinglah, bukan kah dalam nama itu ... ada untaian doa, ada wujud sebuah identitas dan ada pula sebuah pengharapan untuk masa depan pemilik namanya? 

sumber pexels

Ehtapi ternyata tak sedikit loh pasangan yang akan atau baru dikaruniai seorang bayi, seringkali merasa kesulitan dalam memberikan nama untuk calon bayi mereka. Sehingga  nama bayi yang akan diberikan malah menjadi nama yang sudah banyak dipakai oleh orang lain atau biasa kita kenal dengan sebutan “nama pasaran”, hehe. 

Salah satu contoh yang baru-baru ini beredar antara lain, adanya sebuah komunitas yang terdiri dari orang-orang bernamakan Agus. Di mana jumlah anggota komunitas ini ternyata sudah mencapai ribuang orang, loh. Wouww banyak juga ya, orang yang bernama Agus ini, hihi. Komunitas yang terdiri dari beberapa orang bernamakan Agus ini merupakan salah satu contoh dari sekian banyaknya kesamaan nama, dalam kehidupan kita sehari-hari.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemberian Nama Bayi

Sebenarnya bagi saya pribadi “nama pasaran” di atas nggak terlalu bermasalah juga, sih. Akan tetapi karena kita hidup sebagai mahluk sosial yang bermasyarakat, terkadang ada saja segelintir orang yang mempermasalahkan kesamaan nama tersebut. Bahkan hanya karena nama yang sama tadi, ujung-ujungnya malah menjadi bahan bully-an hingga cibiran segilintir orang tadi. 

Oh ya, pernah nggak sih ketemu dengan nama orang yang sama, saat berada di satu tempat dan pada situasi yang sama? Saya pernah tuh, ketemu demgan kejadian seperti ini. Yaitu saat awal masuk sekolah sebagai siswi berseragam putih abu-abu dua puluhan tahun yang lalu. Ketika salah satu guru memanggil nama Bambang di kelas kami, eh yang maju malah ada dua anak yang bernama Bambang. Alhasil tertawa lah seluruh kelas karena kejadian tersebut, hihi.

Sebenarnya yang kami tertawakan bukan karena nama Bambang yang sama tadi, sih. Akan tetapi kami tertawa karena merasa lucu saja melihat gestur tubuh duo Bambang tersebut yang maju bersamaan, tapi mereka enggak ngerti sebenarnya yang disuruh maju itu Bambang siapa? qiqiqi.

Akhirnya disepakati lah secara tak tertulis di kelas, bahwa untuk panggilan kepada kedua nama Bambang tersebut, maka perlu disertakan pula inisal dibelakang nama mereka. Hal ini penting untuk pembeda dari kedua nama tersebut, misal kita akan memanggil Bambang siapa nih? Bambang A ataukah Bambang Dwi? Jadi jelas kan ya, nggak membingungkan lagi saat memanggil mereka secara bersamaan. 

Selain itu nama bayi bisa juga dijadikan identitas atas keyakinan yang dianut kedua orang tuanya. Pada situasi seperti ini biasanya seorang bayi akan diberikan nama merujuk pada arti kata yang ada pada kitab suci agama mereka. Misal jika seseorang beragama islam, maka nama-nama seperti Muhammad, Abdul, Nisa ataupun Siti adalah beberapa nama yang sering digunakan sebagai identitas nama bayi mereka. Kalangan muslim memberikan nama-nama tersebut biasanya merujuk pada kutipan ayat-ayat dalam Al Quran, kitab suci mereka. 

Beda pula jika orang tua si bayi ternyata penganut agama Kristen, maka nama-nama seperti Markus, Petrus, Paulus, Andreas akan dijadikan sebagai identitas nama bayi mereka. Secara umum kalangan kristiani mendapatkan nama-nama tersebut merujuk pada Al-Kitab mereka.

Kondisi yang tak jauh berbeda dalam pemberian nama bayi pada orang tua si bayi yang menganut agama Hindu, Budha ataupun Konghuchu. Kutipan kata dari kitab suci agama-agama mereka  juga akhirnya menjadi inspirasi sebagai identitas dalam pemberian nama-nama bayi mereka.

Apakah dalam pemberian identitas nama bayi harus merujuk pada kutipan kata yang terdapat pada kitab suci? Tentunya tidak, ada juga loh beberapa orang tua yang tidak memakai nama bayi mereka dari kutipan kata di kitab suci agama sebagai identitas.

Nah sebenarnya bagaimana sih cara memberi nama bayi agar menarik, simple dan mempunyai arti? So di bawah ini terdapat beberapa tips  memberi nama bayi agar menarik, simak ya!

Mengambil dari Nama Orang Tua dan Keluarga 


Bisa gabungan dua nama kedua orang tuanya, misal: seorang dengan nama Yofi yang diambil dari nama ayahnya yaitu yoksan dan ibunya yang bernama Sufi. 
Atau bisa juga dari nama ayah, misal seseorang dengan nama Muhimin Wardoyo yang diambil dari nama ayahnya Tri Wardoyo.

Mengambil Nama dari Peristiwa Penting


Misal seseorang yang dilahirkan tepat pada tanggal 2 Mei, yang diperingati dengan hari pendidikan. Sehingga orang tuanya memberi nama harpen atau hari pendidikan. 
Contoh lain adalah seseorang yang terlahir pada tanggal 8 agustus. Yaitu tanggal berdirinya Asean, sehingga oleh orang tuanya diberi nama Aseandy.
Atau bisa juga pada hari besar keagamaan seperti Idul Fitri sehingga orang tuanya memberi nama Fitri, atau Natalinda yang dilahirkan tepat di hari natal.

Nama Diambil dari Tanggal dan Bulan Kelahiran


Contohnya, ada salah satu teman yang dilahirkan tepat pada tangga 05 januari sehingga oleh orang tuanya diberi nama Lija (Lima Januari) 
Atau bisa juga jika bayi kita terlahir di bulan November bisa juga diberi nama Novi maupun jika terlahir Agustus diberi nama Agus karena diambil dari bulan kelahirannya. 

Nama Diambil dari Gabungan Suku Keturunannya 


Merupakan gabungan daru kedua suku orang tuanya, misal si ayah yang berasal dari suku Roter sedangkan ibu berasal dari suku Sabu, maka si anak bisa diberi nama Rosa tergantung kreatifitas kita saja dalam mengolah kata, agar nama bayi menjadi semakin unik. 

Jika ingin menambah identitas suku ataupun agama, kita bisa menambahkannya ditengah atau memberikannya nama panggilan yang berbeda dengan orang lain yang belum pernah digunakan oleh siapapun tentunya. 

Oke Sobat, tips di atas lebih tepatnya bisa disebut sebagai contoh-contoh dalam pemberian nama pada bayi. Dan tulisan ini bukanlah sebuah keharusan untuk diikuti dalam pemberian nama bayi.

Kurang lebih paparan artikel si Emak ini hanya sebagai timbang saran pemberian nama bayi saja. Hal ini dikarenakan si Emak menyadari bahwa pada masing-masing personal, masing-masing agama maupun masing-masing suku pada dasarnya mempunyai prinsip dan budaya yang berbeda dalam pemberian nama bayi sebagai identitas mereka. 

Apapun itu prinsipnya dalam pemberian nama bayi, sebenarnya tergantung kreativitas kita saja sebagai orang tua. Dan yang terpenting dalam pemberian nama bayi adalah pastikan bahwa nama itu mempunyai arti serta menginpirasi!


Salam,
-Kinan-

#namabayi
#tips
#parenting
#caramemberinamabayi

29 Responses to "Kesulitan Dalam Memberikan Nama Bayi? Coba Tips Berikut, Ya!"

  1. Yap saya pun bukan termasuk orang yg mempermasalahkan nama yg pasaran, asalkan artinya baik dan mudah dalam pengucapan, soalnya jaman sekarang kayaknya banyak banget ya orangtua yg memberi nama anaknya dengan nama yg susah diucapkan dan ujung2nya dipanggil dengan nama pendek sekedarnya, nggak masalah sih sebenarnya selama arti nama tsb bukan hal2 yg buruk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, bener juga sih mbak. Jadi ingat nama saudara sepupu saya ada 14 kata dan sering pula diprotes pihak sekolah saat pengisian ijasah. ��

      Delete
  2. Katanya nama itu adalah do'a. Jadi, waktu aku ngasih nama anak2ku, aku nyari di buku nama2 anak. Tentunya mencari yang artinya bagus.

    ReplyDelete
  3. Pernah kejadian mbak, dulu ada teman kerja namanya Erwin, satu cewek yang lain cowok. Di beda cabang sih.
    Terus kita ada gathering. Pas pembagian kamar ketuker dong karena panitian enggak ngecek nama belakangnya. Jadi si Erwin yang cewek kebagian kamar sama temen cowok begitu juga sebaliknya kwkwkw
    Mana itu masih jomblo semua, kita malah jodoh-jodohin dah..ramee
    Oh ya tips yang bermanfaat nih buat memberi nama bayi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk Mbak Dian saya senyum-senyum swndiri baca komenbak sambil naik kereta ke Malang, nih.
      Wahh betapa lucu dan hebohnya, ya mbak karena ada salah pemilihan kamar oleh panita tadi.
      Kebayang bagaimana Mb Erwin cewek masuk kamar temen cowok, sedangkan si Erwim cowok masuk ke kamar cewek ... hahaha pasti tetiak ya mereka.��

      Delete
  4. Seru nih artikelnya. Aku jadi inget temen aku ada yang namanya saptari ternyata singkatan dari saptu tengah hari, waktu dia lahir.
    Yang jelas nama buat anak pengennya yang bagus dan memiliki arti baik seperti doa ya. Aku sendiri nanyain anak pertama beko browsing dari google haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, padahal namanya keren ya Teh. Ternyata berasal dari sabtu tengah hari toh.
      Kreatif banget orang tuan Mn Saptaria ini.��

      Delete
  5. Anak² kami, namanya gabungan dari kami sih. Hehe...Tapi diupayakan mengandung arti koq.
    Makasih infonya...Memang susah ya memberi nama anak, soalnya kebawa seumur hidup & ada doa di dalamnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh ternyata nama gabungan termasuk yang sering dijadikan rujukan saat pemberian nama bayi, termasuk Bun Hani.
      Mksh sharingnya bun.

      Delete
  6. Nama yuni tu sri wahyuni. Kebayang kan betapa sudah banyak nama itu. Satu memori yang melekat tentang nama sri. Bukan kejadian dengan dua orang bernama sama sih.

    Jadi, dulu saat SMA kan sempat booming lagu jawa judulnya sri minggat atau apalah. Yang nyanyi kalau nggak salah didi kempot.

    Nah, guru matematika yuni kan lagi absen. Giliran nama yuni yang dipanggil tiba-tiba ditanyain.

    "Gimana? Terasinya udah dapat?"

    Yuni nggak ngeh kan. Bingung. Teman-teman sekelas juga pada bingung. Eh tiba-tiba ada salah satu yang nyeletuk.

    "Itu lho lagunya sri minggat. Sri 'kan pamit tuku trasi"

    Habislah teman-teman yuni pada ketawa. Setelah itu, guru matematika yuni selalu ngejek yuni kalau pas ngajar.

    *eh jadi curcol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha banyak cerita terkait nama ternyata, ya Mbak Yuni. Makasih curcol sehatnya mbak.
      Aslii aku ketawa mbak, maaf nggeh.

      Btw itu kenapa sih Pak Guru Matematika mbak sampai ngejek gitu, ya.

      Delete
  7. Seru banget bacanya. Aku jadi keingetan waktu memilih nama bayi. Sampe ditulis di buku dan dicocokkan dengan beberapa nama, hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Teh Agy, ternyata bikin nama bayi bener2 susah2 gampang, ya teh.
      Banyak cerita unik dibaliknya.

      Delete
  8. Wah, ini topik yang menarik dan biasanya selalu dibahas calon orang tua. Memberi nama anak memang perlu taktik dan biasanya ada maksud di baliknya. Nah, kalau saya dan suami sih selalu berunding untuk nama dua anak kami. Intinya nama depan mereka harus "Ha" seperti nama depan bapaknya dan ada sisipan nama saya. Iyes, seperti tulisan Mbak Nanik di atas: nama anak bisa berupa gabungan nama orang tua.
    Nice opinion, Mbak :)

    ReplyDelete
  9. Bagi saya pemberian nama anak ini penting banget, harus dipikir baik-baik, takut anaknya nanti protes saat mereka besar.

    Soalnya saya sering dapati anak murid saya bertengkar gara-gara nama wkwkwk
    Misalnya, memberi nama anak perempuan dengan nama yang umum diberikan kepada anak laki-laki.

    ReplyDelete
  10. Oh iya mba, jangan kasih nama yg hurufnya dr alpabet A, kasian klo di kelas disuruh maju yg pertama melulu sm gurunya 😅

    Kidding yoo

    ReplyDelete
  11. Wah tips-tipsnya penting nih kalo nanti aku udah punya keluarga dan anak biar nggak kesulitan hehe

    ReplyDelete
  12. tugas nyari nama bayi itu bagianku. suami ngikut aja. aku browsing endebre endebre. buat anak pertama yg susah krna pengennya terlalu sempurna haha. eh pas lahir namanya jadi simple aja: muhamad dilshad yg berarti anak laki2 pembawa kebahagiaan.

    selanjutnya gampang, nama adek2nya tinggal disamain aja belakangnya. biar pas dipanggil kedengeran senada: dilshad, rasyad, dan irsyad :)

    ReplyDelete
  13. DI kelas yang aku ajar, ada anak-anak yang punya nama panggilan sama
    Jaya, Jaya Sena, Wira, Wira Sena, Ardika (dipanggil Dika), Andika (dipanggil Dika juga), aku kedeeer setiap mau nyebut nama-nama mereka hahaha

    Nama itu doa, pas buat nama juga orang tuanya khan gak janjian ya
    Jadi aja gurunya yang bingung

    ReplyDelete
  14. Nama adalah doa. Menurut saya apapun namanya, uniknya atau suku katanya, yang penting artinya yang baik baik saja ya...
    Memberi nama pada anak memang suka bingung. Antara ayah dan ibu tetap harus diksusi hehehe

    ReplyDelete
  15. semua nama anak2ku diambil dari kitab kuno berbagai bangsa dengan arti yang bagus hehehe

    ReplyDelete
  16. Harus aku noted nih mba tulisan nya ��. Persiapan sebelum punya anak nanti. Thankyou infonya mba

    ReplyDelete
  17. Kalau ngobrol-ngobrol sama teman di kantor suka ngakak sendiri karena anak-anak kami hampir sama, protes dengan pemberian nama. Anak-anak ini nanya gimana caranya ganti nama.

    ReplyDelete
  18. Kalau nama anak-anak saya semuanya dapat dari acara tv. Gak sengaja dapatnya. Cuma pas dengar nama itu langsung sreg. Trus, baru saya cari artinya di kamus

    ReplyDelete
  19. Nana adalah doa. Itulah kenapa penting bangeet. Jangan sampai kasih mama yng salah. Kalau Saya boleh usul selalu masukan nama dengan unsur Indonesia. Supaya nama Indonesia tetap lestari

    ReplyDelete
  20. Pernah banget bentrok sesama Hani dan malu banget, haha. Sekarang kalau ketemu teman Blogger di satu Acara, Alhamdulillahnya mereka mengenal nama Blog, jadi kalau yang baru ketemu lagi atau yg gak yakin, biasanya nanya, "ini Hani Kacamata Hani kan ya?", haha.

    ReplyDelete
  21. Kalau nama saya malah kolaborasi nama dari almarhumah adik nenek dan almarhumah adik mama 🙈

    ReplyDelete
  22. Saya sudah memikirkan nama mengetahui ketika hamil meskipun belum tahu jenis kelamin nya, jadi ketika mencari nama anak saya ada opsi antara laki-laki dan perempuan.

    Biasanya Selain mencari di internet juga tanya kepada orang-orang yang ahli membuat nama sesuai dengan artinya

    ReplyDelete

tambahkan teks diatas kolom komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel