Botanika Resto: Resto Instagramable dengan Konsep Tropis nan Asri di Surabaya

Resto instagramable dengan konsep tropis nan asri!

Sepertinya kalimat itulah yang cocok kali pertama kami memasuki resto ini. Dengan tata ruang yang apik, luas dan kekinian. Begitu selaras dengan beraneka tanaman hidup yang tersebar di setiap sudut cantik ruangan resto. 


Resto yang terdiri dari dua lantai ini, sejauh mata memandang banyak spot foto cantik di setiap sudut ruangan resto ini.
Nyaman banget berada di sini. 

Awal april lalu setelah meeting evaluasi bulanan, saya dan rekan satu tim kantor menikmati makan siang di Botanika Resto, Surabaya ini.
Dipilihnya resto ini, sebenarnya atas saran salah satu rekan yang sering hunting tempat makan. Selain itu, tempat yang tak terlalu jauh dari kantor juga menjadi alasan lain kenapa akhirnya kami setuju memilih resto ini. Maklum selesai meeting, bawaannya laper, hehe.

Terletak di Jl Raya Kertajaya Indah, No F-303, Manyar Sabrangan, Surabaya, kami hanya memerlukan waktu 10 menit saja untuk sampai ke Botanika Resto ini. Apalagi dikarenakan letaknya di pinggir jalan raya, jadi nggak terlalu susah menemukan lokasi resto ini. 

Jam buka resto dimulai pukul 07.00 hingga 23.00, ketika jam makan siang tiba cukup ramai juga resto ini.

Mungkin karena awal bulan, banyak tim kantor seperti kami yang melakukan makan siang sambil koordinasi tim di sini. Ada pula sih yang mengadakan acara bersama dengan beberapa orang di sini.

bersama rekan satu tim

Setelah formasi lengkap dan memperoleh tempat duduk yang cocok buat kami dengan beberapa orang ini, tibalah waktunya untuk memilih menu yang ada di sini.
Mbak waiters yang cantik mendekati meja dan mencatat beberapa menu yang kami pesan dari buku menu pemesanan yang diberikan.

Variasi menu yang ada di sini ternyata terdiri dari beberapa menu khas negeri sendiri, ada Mie Godog Jawa, Mie Goreng Jawa, Nasi Nusantara dengan kerupuk Cumi-nya, Tahu Campur Lamongan, Tumpeng Mini dan beberapa menu khas nusantara lainnya.

Dan akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba. Taraa ... saatnya makanan sampai di meja kami.

Yuk, mulai kepoin tampilan menu apa saja yang kami pesan.

- Tumpeng Mini

Tumpeng Mini Botanika Resto

Tumpeng mini yang saya pesan benar-benar sesuai yang ada di tampilan foto list menu. Di piring berisi tumpeng nasi kuning mini, ayam goreng rempah, perkedel, sambel goreng ati udang pete, terong balado, telor sambal hijau, tumis ubi tumbuk, kering tempe dan peyek. Wahh berasa penuh seisi piring nih, hehe.

Dibandrol dengan harga Rp 68.000,- disajikan dalam piring besar komplit seperti yang saya sebutkan di atas. Namun karena saya bukan penyuka pedas, akhirnya tumis ubi tumbuk dan terong baladonya nggak bisa ludes kemakan. 

Tapi berbeda dengan pesanan teman sebelah, dia memesan Tahu Campur dan Lontong Cap Gomek kata mereka rasanya pas di lidah. Sesuai dengan ekspektasi mereka.
Nih dia tampilan Tahu Campur dan Lontong Cap Gomek-nya.

-Tahu Campur

Tahu Campur Botanika Resto


Seperti Tahu Campur Lamongan yang sering kita nikmati, terdiri dari tahu goreng yang diiris persegi, mie kuah, selada dan daging sapi yang empuk. Terlihat coklat karena ada petis di dalam kuahnya. Info teman sesuai koq dengan ekspektasinya.

Dibandrol dengan Rp 55.000,- per porsinya. Disajikan dalam piring besar juga. 

- Lontong Cap Gomek

Lontong Cap Gomek Botanika Resto

Lontong yang disajikan dengan rebung, kare ayam, dagung sapi, dendeng dan telor ayam ini pun disajikan dalam porsi jumbo di piring semi mangkok yang besar. Info teman saya yang lain rasanya pas, santannya juga pas, tampilan sesuai foto di list pemesanan. Pas, sesuai selera lah katanya.

Lontong Cap Gomek ini dibandrol dengan harga Rp 65.000,- per porsinya.

- Mie Godog Jawa

Mie Godog Jawa Botanika Resto

Merupakan mie kuah dengan isian ayam dan telor, dengan bumbu khas jawa. Disajikan panas dalam mangkok besar. Mie Godog Jawa ini dibandrol Rp 45.000,- per porsinya.

Untuk varian minuman, di sini juga tersedia beberapa varian minuman. Ehtapi dikarenakan menghemat kocek, mengingat harganya yang cukup premium. Jadi atas saran teman senior, akhirnya kami dipesankan teh manis, es jeruk dan teh tawar hangat saja, hehe. Hanya beberapa saja yang pesan es jeruk selasih yang rasanya kecut bingit itu.


Suasana dapur terbuka Botanika Resto
Oh ya, ada satu keunikan lagi loh di resto ini. Selain tata ruang yang di konsep instagramable dengan tumbuhan hidup yang tersebar cantik di setiap sudut resto, di sini kita juga bisa melihat kegiatan chefnya, loh. Dengan dapur terbuka yang ditata bersih diantara empat pilar besar di ruang tengah lantai bawah. Kita jadi tahu bagaimana para chef memasak hingga menghidangkannya ke pengunjung. Unik kan?
Nah Sobat, di atas adalah sekelumit cerita saya dan teman-teman kantor saat berkuliner ria di Botanika Resto ini. Bagi yang suka melakukan deal-deal khusus dengan relasi, Botanika Resto cukup recomended untuk dijadikan alternatif resto pilihan, loh.
Tempat yang asri dan kekinian, walau diawal harganya terkesan premium tapi menurut saya sih setara lah ya, dengan apa yang disajikan.

Jadi, bagi penikmat kuliner di sekitar Gerbangkertosusilo nih, coba deh uniknya aneka rasa masakan nusantara, hunting spot foto menarik dan suasana resto nan asri di sini!
Dijamin pasti puas, asal cek kocek dulu ya sebelum ke sini. Maklum harga premium.

Salam,
-Kinan-

19 Responses to "Botanika Resto: Resto Instagramable dengan Konsep Tropis nan Asri di Surabaya"

  1. Mbak, penyajian di Botanika Resto unik ya, ala chef banget. Bikin makin tertarik makan kalau seperti ini penampilannya.
    Oh ya, tumpeng mini di Jakarta disebut tumini. Disajikan untuk box juga ada. Aku pernah pesan untuk acara di rumah. Suka idenya. Jadi seakan makan tumpeng tapi sendiri;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oo dalam bentuk box, ya mbak. Hari gini pelaku bisnis memang perlu banyak inovasi ya mbak. Agar tetap berkembang dan profit cepat.

      Delete
  2. Restonya keliatan megah & asri krn banyak tanaman. Aku jadi ngiler pengen makan tahu campur & mie godognya, kyknya enak, pedes & segeeer

    ReplyDelete
  3. open kitchen gini memang selalu menarik ya. masih sedikit kan ya resto di indonesia yang menggunakan cara gini. tapi saya nggak nyangka menu yang dijual menu tradisional, padahal pas lihat interiornya saya pikir makanan barat-baratan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Konsep dapur terbuka, unik banget.
      Yups mbak, makanan nusantara semua di sini.

      Delete
  4. Kemarau panjang gini, lihat restonya bikin betah. Menu²nya padat gitu, kenyang. Wah...ada lontong Cap Go Meh, itu menu kesukaanku. Gurih, enak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bun Hani. Apalagi kalau lagi diet nasi, cocok tuh lontong cap gomeh.

      Delete
  5. Tahu campurnyaaa.. Tampak menggoda. Favorite saya tuh mbak. Gurih gurih seger.
    Apalagi tempatnya nyaman bgt. Cocok untuk santai santai bersama teman dan keluarga. Ada hijau hijau nya juga. Resto yang recommended ini.

    ReplyDelete
  6. Wah, konsepnya chefnya yang standing itu unik yaaaa... jadi bisa live cooking donk... heheheehe... Btw, menunya variatif, rasanya mantap, porsinya juga gede ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups Mbak Qoty, berasa life cooking. Jadi tahu kebersihan cara masaknya juga.
      Iya mbak, porsi jumbo, hihi.

      Delete
  7. Tumpeng mini itu pakai nasi, yah karena habis baca blog yang mengisahkan tentang mengurangi nasi, jadi yuni nggak begitu berminat. Lontong cap gomek, meski terlihat menggiurkan masih terlihat ada karbohidrat. Mie godog jawa udah biasa. Satu-satunya yang pingin yuni nikmati adalah tahu campur.

    Tapi secara keseluruhan, menunya yang dipilih mbak dan teman-temannya tampak sangat menggoda.

    Wishlist resto yang akan yuni kunjungi kalau pas mudik ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh lagi mau diet karbo juga, nih Mbak Yuni.
      Hihi saya pun juga. Ini dah april koq mbak.
      Baru bisa posting aja, hehe

      Delete
  8. Tempatnya instagrammable, makanannya enak-enak, jadi lapar

    ReplyDelete
  9. Pengen lah mampir ke resto ini kapan-kapan, hehe. Suasananya sihsyang bikin penasaran.
    menunya, saya pasti skip nasi tumpeng. Tapi masih bisa maem tahu campur atau Cap Go Meh yang tanpa lontong ;)
    Suwun infonya, Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip3 Mbak Tatiek. Pelaku ketofastosis yang patut ditiru ini. Konsisten.
      Ntar berguru, ya mbak, hehe.

      Delete
  10. Kayaknya kalau dah makan di sini bikin males beranjak deh, ya? Tempatnya terlihat nyaman

    ReplyDelete

tambahkan teks diatas kolom komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel