Pilih Film Tokoh Yang Inspirasitif Untuk Figur Inspirasi Kaum Muda Indonesia





“Rudy, kamu harus menjadi mata air. Kalau kamu baik, disekitarmu akan baik. Tapi kalau kamu kotor, pasti di sekelilingmu akan mati. Ada banyak sekali orang di muka bumi ini, banyak sekali ragamnya. Jangan sampai kamu lukai mereka. Itu intinya,” kata Ayah Rudy pada Rudy Habibie.

 (Film Rudy Habibie, 2016)

Masih ingat quote inspiratif di atas? Pesan dari mendiang ayah Rudy Habibie yang selalu Rudy ingat. Terutama ketika banyak cobaan datang beruntun terkait penghentian Seminar Pembangunan yang digagasnya, kala dia berstatus mahasiswa di Jerman. Merupakan sekuel kisah film Rudy Habibie, yang pernah tayang perdana akhir Juni 2016 lalu.

Sekilas Tentang Film Rudy Habibie


Begitu banyak tekanan yang Rudy dapatkan demi mempertahankan gagasannya ini. Faktanya cita-cita besarnya ternyata tidak diwujudkan dengan mudah. Banyak orang disekitarnya yang menganggapnya ‘gila’, karena mimpi besarnya ini. 

Mulai dengan tidak adanya dukungan dari bapak dubes Indonesia, intimidasi dari para senior yang tidak menyukai sepak terjangnya, bahkan nyaris dianggap sebagai ancaman bagi negara Jerman karena idenya ini. 

Padahal gagasan ini muncul, bermula dari pidato Bung Karno pada Agustus 1955 saat berkunjung ke Bonn, Jerman. 

Bung Karno menekankan pentingnya kemandirian sarana dan prasarana perhubungan di Indonesia. Hal ini tak lain untuk menghubungkan pulau-pulau di Indonesia yang jumlahnya banyak, untuk mengangkut barang juga manusianya dari satu pulau ke pulau lainnya. 

Oleh sebab itu menurut Bung Karno, Indonesia ke depannya sangat membutuhkan teknisi dan sarjana yang memiliki keahlian di bidang perhubungan laut dan udara. Harapan besar Bung Karno pun beliau sampaikan pada mahasiswa yang datang di acara tersebut. Agar ketika mereka kembali pulang ke Indonesia, mereka dapat membuat kapal dan pesawat sendiri untuk Indonesia.

Maka sejak terpilih sebagai ketua Pemuda Pelajar Indonesia tahun 1957 untuk koordinasi wilayah sekitar kampusnya di Jerman. Gagasan tentang Seminar Pembangunan ini pun mulai Rudy utarakan. 

Menurut Rudy, mahasiswa yang bersekolah di luar negeri saat itu harus memiliki rencana-rencana nyata untuk membangun Indonesia ketika mereka pulang nanti. Demi percepatan pembangunan bagi rakyat Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dan kepulauan ini.
Karena itu pulalah nama seminar yang digagasnya ini, ia beri nama Seminar Pembangunan. Seminar Pembangunan untuk rakyat Indonesia di berbagai pelosok nusantara.

Perjuangan Rudy tidaklah mudah, selain banyaknya tekanan seperti yang diceritakan di atas. Karena kelelahan berjuang sendiri, akhirnya Rudy pun jatuh sakit.

Dia pingsan dan tak sadarkan diri selama tiga hari dalam balutan salju. Hingga saat ditemukan oleh sahabat Tionghoa-nya dalam kondisi yang memperihatinkan. Setelah diperiksa oleh tim medis waktu itu, Rudy dinyatakan menderita Tubercolosisi tulang. 

Dalam kesendiriannya, dia selalu teringat pesan mendiang ayahnya. Untuk selalu bisa menjadi mata air. Karena aliran air yang jernih, akan selalu membawa kehidupan disekelilingnya. Sedangkan aliran air yang kotor akan menyebabkan sekelilingnya mati. Kondisi itu yang selalu Rudy ingat.
Bukankah mata air selalu muncul di tanah yang bergolak? 

Oleh karena itu Rudy pun terus berjuang menggapai mimpinya, tanpa peduli berapa banyak orang disekitarnya akan meremehkan mimpi dan cita-citanya untuk membangun Indonesia.



Film Rudy Habibie, merupakan film yang menceritakan sosok muda Bapak Presiden RI ke tiga Indonesia. Prof. Dr. Ing. H. Baharudin Jusuf Habibie, FREng.

Siapa yang tak kenal beliau, sosok yang genius dan sangat inspiratif ini. 

Di masa pemerintahan Orde Baru, beliau pernah menjadi Menteri Riset dan Teknologi sampai beberapa periode. Sosok yang menginpirasi di bidang teknologi era 90-an, karena kegeniusan, kreatifitas dan keinovatifan beliau. 

Beliau adalah orang pertama yang menggagas industri pesawat dirgantara di Indonesia. Dan Seminar Pembangunan yang selalu digaungkan oleh Pak Habibie kala muda dulu dengan banyak pertentangan itu. Akhirnya menjadi cikal bakal industri dirgantara di Indonesia.

Iyaaa, Indonesia pernah mampu membuat pesawat terbang sendiri loh karena mimpi Pak Habibie ini. Namun sekarang semua pudar. PT Dirgantara Indonesia pun sudah tak berasa lagi. Sedih ya! Pak Habibie pun pasti juga sedih.

Propaganda televisi dan media sosial saat ini lebih sering berbicara politik dan bisnis, daripada berbicara tentang semangat untuk kreatifitas dan masa depan bangsa.

Dan jika kita mau membuka hati dan pikiran, di era Pak Habibie ini lah banyak masyarakat Indonesia mulai ‘melek’ teknologi. Di masa awal beliau menjadi Menristek, saat itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar.

Berasa banget mulai anak-anak, para remaja dan anak muda diajak mulai mencintai teknologi dan bereksplorasi dengan teknologi. 

Hingga saat arus globalisasi dan internet yang sudah tak terbendung saat ini, banyak kaum muda Indonesia sudah siap beradabtasi dan mengembangkan diri berkenaan dengan teknologi.

Dan semua ini, menurut saya berkat jasa Pak Habibie.

Hal sepele yang saya ingat, sewaktu saya duduk dibangku sekolah menengah atas. Jika mulai penjurusan bidang studi. Banyak siswa yang lebih memilih jurasan IPA dibanding IPS ataupun bahasa.

Di sekolah saya sendiri waktu itu. Kelas IPS hanya diikuti dua kelas kecil (bahkan jika digabung jadi satu kelas besar pun sebenarnya bisa), dan satu kelas bahasa yang hanya beberapa siswa saja. Sedangkan kelas IPA terdiri dari empat kelas sekaligus. Situasinya berbalik 180 derajat saat ini.

Saya lihat di sekolah keponakan atau anak seorang teman, (dengan tidak menyudutkan salah satu jurusan tentunya) siswa di SMA saat ini lebih memilih jurusan IPS dibanding IPA-nya. Saat ini kelas IPS-nya jadi empat kelas, sedangkan IPA-nya hanya satu kelas saja. Why?

Krisis sosok inspiratif di bidang teknologi, kah anak-anak sekarang?
Saya koq jadi makin perihatin dan sedih. 

Pak Kahar yang Terinspirasi dari Sosok Pak Habibie

Sumber: Kick Andy-Anak Kolong Menggapai Dunia #5

Namun, puji syukur beberapa waktu lalu, saya pernah nonton acara Kick Andy di salah satu stasiun televisi. Walau gaungnya tak seheboh dan seviral kerusuhan 22 Mei.
Setidaknya saya mendapatkan tontonan yang bermanfaat di minggu sore waktu itu.

Tentang ilmuwan Indonesia, beliau adalah DR. Kaharudin Djenot, M Eng. Seorang ilmuwan pembuat kapal dan kapal selam yang diakui dunia. Beliau pernah mendesain lebih dari 350 kapal laut Jepang, dengan rata-rata 70 proyek per tahun. 

Mulai dari jenis oil tanker, chemical tanker, elpiji tanker dan berbagai jenis kapal lainnya. Sebagian besar kapal pernah dibuat saat beliau masih bekerja sebagai perancang kapal di perusahaan kelas internasional di Jepang.

Dari pengalamannya tersebut, beliau berkeyakinan mendirikan perusahaan perancang kapal pertama di Indonesia, bertempat di Surabaya. Berdasakan pengalamannya tersebut, Pak Kahar segera memperoleh klien dari berbagai negara. 

Perusahaannya pun merekrut lulusan terbaik dari sekolah menengah terbaik hingga universitas. Mereka yang direkrut diberikan kesempatan untuk belajar jurusan teknik, baik di dalam maupun di luar negeri.

Luar biasanya, setelah ditelisik oleh Andy F Noya, pembawa acara reality show tersebut. Pak  Kaharudin Djenot yang semasa era 90-an masih duduk di bangku sekolah dasar ini, ternyata mengidolakan Bapak BJ Habibie, loh.

Beliau sangat terinspirasi dengan sosok Pak Habibie. Dan beliau bermimpi bisa menjadi seperti Pak Habibie.

Alahmadulillah setelah dewasa, dengan perjuangan kerasnya akhirnya Pak Kahar bisa mewujudkan impiannya tersebut. Bukan 'kapal terbang' yang beliau buat, tetapi membuat kapal laut dan kapal selam untuk Indonesia.


Pak Kahar bermimpi menjadikan Indonesia sebagai negara produsen kapal terkemuka di mata dunia. Pak Kahar bermimpi, Indonesia menjadi poros maritim dunia.


Bagi Pak Kahar, kontribusinya pada Indonesia. Tidak bisa dinilai dengan uang dan popularitas.  


Film dan Perannya dalam Masyarakat


Hari gini, siapa sih saat ini yang nggak pernah menonton film?
Rasanya di era internet yang sudah masuk ke pelosok belahan dunia ini. Nggak ada lah ya, yang nggak pernah nonton film.

Semua orang pastinya suka nonton film. Baik itu film religi, kepahlawanan, laga, komedi, biografi tokoh, telenovela ataupun horor. Bahkan yang lagi ngetrend dikalangan Milenial saat ini adalah Drakor alias drama korea. 

Mulai Milenial muda hingga Milenial buibu, menyukai drama korea ini. Ada yang suka karena alur ceritanya, ada yang suka karena pemainnya, pun ada yang suka karena kalau sudah nonton pertama jadi kecanduan pingin tahu ending-nya, hehe. Itu sih saya banget, duluuu.

Bagi saya sih sah-sah saja, orang menyukai genre film apa. Toh saya pun juga menyukai drakor ini. Duluu, sebelum punya anak. Kalau sekarang nggak berani, khawatir kecanduan tadi.
Soalnya pingin nonton lagi ... dan lagi, hehe.

Nah, jika saya disuruh memilih tertarik menonton film genre apa?

Saya sih lebih suka nonton film tokoh Indonesia yang menginspirasi.

Kenapa?

1. Daripada Remaja dan Anak-anak Muda Kita Dijejali Propaganda Film Asing. 

Kenapa kita tidak memulai dengan film lokal namun dikemas bak film barat yang menginspirasi?

2. Daripada Remaja dan Anak-anak Kita Lebih Mengenal Batman, Superman, para Avangers, Captain Marvel dan Sederet Nama Super Hero Asing Lainnnya. 


Bukannya lebih baik, jika mereka lebih mengenal tokoh negarawan yang menginspirasi di negaranya, di dunia nyata ini, bukan sebuah imajinasi belaka?

3. Daripada Tokoh yang Imajinatif, Bukankah Lebih Baik Para Remaja dan Anak-anak Muda Kita Bisa Mengenal Idola yang Nyata? Bukankah Lebih Bermanfaat Untuk Perkembangan Pribadi Mereka?

Berani bermimpi menjadi tokoh nyata yang diidolakannya. Siapa tahu bisa seperti Pak Kahar, yang bermimpi menjadi Pak Habibie. Padahal Pak Kahar juga nggak tahu, jika Pak Habibie muda pun pernah dipikir ‘gila’ oleh teman-temannya karena ide-idenya yang diluar kewajaran itu.


Oh ya, tulisan ini bukan berarti saya termasuk golongan yang antipati sama film asing loh, ya? Bukaaan!

Di era globalisasi ini, kita tetap harus mau membuka diri. Kita pun tetap bisa banyak belajar dari banyak film-film luar negeri yang sedang trending, seperti cara penyajian dalam bentuk efek pencahayaan, cara mereka menyajikan alur cerita yang menarik namun tidak monoton, ataupun bagaimana cara mereka mempromosikan film tersebut.

Namun dari lubuk hati yang paling dalam si emak yang rada perihatin ini memberikan satu usulan ... alangkah lebih baik, jika ke depannya sineas-sineas muda Indonesia juga memperbanyak stock film dari kisah nyata tokoh Indonesia yang menginspirasi.

Agar makin banyak anak-anak, remaja, kaum muda bahkan buibu juga bisa mengidolakannya. Hingga mereka pun bermimpi untuk menjadi sosok inspiratif itu. Mimpi yang nyata!

Untuk masa depan kaum muda Indonesia, untuk Indonesia yang lebih baik.

Bukankah film bisa jadi alternatif menggaungkannya?

By 
-Kinan-

9 Responses to "Pilih Film Tokoh Yang Inspirasitif Untuk Figur Inspirasi Kaum Muda Indonesia"

  1. Aku belum pernah nontonnya bun. Tapi dari ceritanya udah bikin merinding. Bener-bener sosok yang hebat dan menginspirasi banyak orang ya. Saya suka

    ReplyDelete
  2. Aku masih merasa hingga saat ini kalau film memiliki peran besar dalam mempengaruhi sikap dan karakter anak, emang harus pilih2 banget soal film apalagi untuk anak mah ya. Semoga semakin banyak film yang menginspirasi kaya film Eyang Habibie, orang tua asuhku pas SMA dulu.

    ReplyDelete
  3. Aku belum nonton yang Rudy Habibie. Ya gimana mau nonton kalau bawa orok. Dan jujur ya, di rumahku itu masih lebih banyak ntn kartun Disney, karena memang channel Disney Junior lumayan aman. Ya, PR-nya memang jadi harus ngejelasin ke anak-anak bahwa tokoh2 itu tidak nyata. Hanya gambaran. Dalam dunia nyata ya semua hal nggak selalu se-indah di film. Tapi banyak juga nilai persahabatan, perjuangan dan kebeanian yang bisa anak-anak petik dr film-film kartun yang ditontonnya. Khususnya untuk nilai-nilai persahabatan. KArtun Disney pintar mengemas tema itu.

    ReplyDelete
  4. Ya rindu film tokoh bagi anak muda zaman sekarang untuk belajar dan figur

    ReplyDelete
  5. Setuju banget mbak. Saya nangis mbak waktu nonton Rudy habibie ini. Masya Allah banget perjuangan beliau . Memang sosok yg sangat inspiratif

    ReplyDelete
  6. Eyang Habibie emang inspiratif. Sayang aku blm sempet nonton film yang Rudy Habibie. Pasti seru ya.

    ReplyDelete
  7. Saya blm nonton film Rudi Habibie mb. Tapi kalau baca artikel mb jasi pngen nonton.hehe...inspiratif ya...

    ReplyDelete
  8. Selalu bangga dengan sosok Pak Habibi yang menginspirasi. Saya pun suka banget film ini. Selain aktornya yg pinter alur filmnya juga keren. Sukak banget. Btw reviewnya keren mbak

    ReplyDelete
  9. Bener banget...lebih baik memfilmkan tokoh yg menginspirasi. PR-nya tuuh nyari pemeran yang cocok sih. Supaya engga bikin kecewa penonton...

    ReplyDelete

tambahkan teks diatas kolom komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel