Batu Flower Garden Wana Wisata Instagramable di Batu, Malang Raya

Setelah cukup lama vacum dari aktivitas travelling keluarga, akhirnya kami pun memulai travelling keluarga tipis-tipis kembali di akhir Maret 2019 kemarin.

Sebagai pemanasan tujuan destinasi wisata yang kami pilih nggak jauh-jauh sih, hanya seputar Jawa Timur saja, yaitu wisata Batu, Malang Raya.


Kota Batu

Seperti yang sering kita dengar, Kota Batu merupakan kota tujuan wisata mayoritas warga Jawa Timur.

Di Batu, selain harga tiket destinasi wisata yang masih ramah dikantong, jumlah destinasi wisata yang ditawarkan pun kian menarik, makin komplit, dan kian beragam. 

Bukan hanya itu banyaknya homestay atau penginapan kelas melati dengan fasilitas kamar bersih serta lingkungan yang ramah untuk keluarga, juga menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan domestik yang khawatir terjebak macet dalam perjalanannya menuju Malang.

Sebagai tujuan destinasi wisata, Dinas Pariwisata Kota Batu terus berbenah dan makin memepercantik diri.

Kondisi ini bisa dibuktikan dengan makin membaiknya sarana prasarana publik di Batu, seperti makin mudahnya akses menuju tempat wiasata, mushola yang tersedia di setiap tempat wisata, toilet yang bersih, bahkan akses keluar Tol Surabaya-Singosari pun saat ini bisa langsung menuju Batu.

Selain itu munculnya beberapa destinasi baru,  seperti Dino Park, Jatim Park 3 maupun Taman Langit. Merupakan salah satu bukti lain, bahwa Pemerintah Kota Batu makin mengibarkan diri sebagai kota tujuan wisata. 

Jalan Oro-oro Ombo, Batu 


Tahu nggak sih, bahwa hampir 60 persen destinasi wisata yang lagi nge-hits di Batu saat ini, berada di Jl Oro-oro Ombo ini, loh.

Sebut saja destinasi wisata seperti, Jatim Park 2 dengan Musium Satwa dan Batu Sectre Zoo-nya, Eco Green Park, Batu Night Spectaculer, Coban Rais dan Batu Flower Garden adalah sederet destinasi wisata kekinian dan nge-hits dengan lokasi berada sepanjang Jl. Oro-oro Ombo, Batu.

Dari beberapa destinasi wisata di atas, ada beberapa destinasi yang belum kami kunjungi. Antara lain, Eco Green Park, Coban Rais dan Batu Flower Garden.

Akhirnya setelah berdiskusi kecil dengan pak suami dan anak bujang, pagi itu. Maka untuk liburan akhir maret 2019 kemarin, destinasi wisata Batu Flower Garden dalam komplek Wisata Coban Rais-lah yang kami pilih.

Batu Flower Garden

Berada di Jalan Oro-oro Ombo, Batu, Malang Raya. Dengan ketinggian sekitar 1000 mdpl, dibangun di kawasan milik Perhutani, berada satu komplek dengan Wisata Air Terjun Coban Rais.

sumber: instagram @batuflowergarden.cobanrais

Seperti destinasi wisata kekinian lainnya, yang mulai menjamur di era Milenial saat ini, maka wisata dengan konsep instagramable komplit dengan spot selfie lah yang sering diburu para wisatawan Milenial bersama keluarganya kini.

Jadi nggak salah, jika wana wisata ini selalu ramai dikunjungi para wisatawan.

Hal ini tidak lain, karena di Batu Flower Garden  ini, wahana wisata yang ditawarkan adalah wahana spot foto unik dengan tema beragam pada gardu pandangnya. Disertai dengan latar belakang tebing dan alam nan asri pastinya.

Jadi berasa berfoto di studio alam gitu, di sini.

Namun wahana spot foto yang ada di destinasi ini, memang tidak gratis, ada harga yang harus dibayarkan. Ehtapi, pihak pengelola cukup profesional koq. Fotografer di setiap spot foto yang ditawarkan, diambil dari kamera foto ala-ala fotografer gitu. Nggak amatiran lah menurut saya.

Harga Tiket Masuk dan Spot Foto di Batu Garden Flower

Tiket Masuk 

Per pengunjung = Rp 10.000,00
Parkir mobil = Rp 10.000,00 
Parkir Motor = Rp 2.500,00

Tiket Wahana Spot Foto 


Untuk masuk ke wahana spot foto ini, tiap pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 25.000,00. Namun perlu dicatat, hanya untuk wisatawan yang ingin berfoto ria saja, loh ya!

Seperti kami, karena pak suami nggak suka pepotoan, maka anak bujang dan saya saja yang ber-foto ria. 

Dari harga tersebut, pengunjung atau wisatawan diperbolehkan mengambil beberapa paket foto gratis dengan dua spot foto di dalamnya. 
sumber: dokumen pribadi

Dengan harga Rp 25.000,00 ini, pengunjung ditawari memilih salah satu dari empat paket spot foto. Di mana setiap paket terdiri dari dua spot foto yang menarik.

Tiap paket per spot foto, pengunjung mendapatkan tiga kali jepretan foto per orang dan satu free foto untuk satu spot foto paket.

Jadi harusnya kami dapat tujuh kali jepret foto disetiap spot foto per paket yang ditawarkan. Dan total "taking" foto dari paket yang saya ambil dengan anak bujang adalah empat belas kali jepret.

Hihi banyak banget, yaa.

Namun karena saya ini, emak yang jarang olah raga plus nggak siap juga dengan situasi pepotoan di pinggir tebing, akhirnya saat antri spot foto di ketinggian ini kepala mendadak pening karena sengatan matahari pagi. #maklumfaktorU ­čśü

Bahkan makin pening lagi setelah sadar ternyata antri fotonya di jalan setapak pinggir tebing yang curam. Biyuhh ... khawatir pusing, terus nggelundung saya mah, hehe.

Jadi, saat proses pengambilan foto yang antrinya panjang dan panas matahari mulai menyengat itu, berasa uji nyali ketinggian lah si emak ini.

So, karena nggak siap dengan situasi ini, akhirnya tiap spot foto per paket yang di tawarkan, kami hanya mengambil dua kali jepret saja. Sisanya, kami ikhlaskan tidak diambil, hihi. 

Taraa inilah, hasil jepretan mas fotografernya, untuk paket love 2 untuk flower 2 kami.

Paket Love 2



Paket Love 2, Flower 2
Nggak kelihatan kalau ndredek kan, ya? #nyengirplustutupmuka

Harga Tiket Spot Foto 

Buat pengunjung yang belum puas dengan spot foto per paket, pengunjung bisa menambahkan beberapa spot foto lainnya dengan harga beragam. 

sumber:

Pengambilan Foto

Setelah proses foto selesai, kami diarahkan ke tempat pengambilan foto yang sudah disiapkan pihak pengelola beserta komputer mereka. Tetnyata, di sana kami diminta memilih foto-foto menarik untuk dikirim ke pengunjung lagi melalui email saat itu juga.

Intinya, dalam proses pengambilan foto ini, hanya tujuh foto saja yang digratiskan pihak pengelola dari sekian banyak jepretan foto yang dilakukan pengunjung.

Beruntung, saya dan anak bujang nggak banyak pepotoan, karena kepala pening tadi. Jadi nggak perlu mengeluarkan dana banyak hanya untuk foto-foto ini. 

Untuk tambahan informasi. Di bawah ini tambahan spot foto yang saya pilih.

Iyaa, saya sendiri yang nambah spot foto, karena anak bujang mau temenin bapaknya yang malas pepotoan.

Rumah Eskimo

Rumah Hobbit

Jika Terlanjur Banyak Foto yang Diambil, Bagaimana?

Untuk sisa foto non gratis, pihak pengelola memberlakukan biaya Rp 5.000,00 dari tiap foto yang akan pengunjung ambil.

Kondisi inilah yang sering menjadi pro dan kontra para pengunjung di destinasi ini.

Oleh karena itu menurut hemat saya nih, saat pemilihan spot foto lebih baik nggak usah terlalu banyak dan ambil yang kelihatan menarik hati saja. 

Sebagai contoh, untuk saya dan anak bujang ini. Spot foto yang kami pilih adalah

Paket 2 (Love 2 dan Flower 2) = Rp 50.000,00
Tambahan spot yang saya ambil sendiri adalah
- Rumah Hobbit = Rp 25.000,00
- Eskimo = Rp 15.000,00
Tambahan satu foto (non gratis) = Rp 5.000,00
Jadi total uang yang kami keluarkan untuk spot foto ini hanya Rp 95.000,00 saja.

Recomended sih, untuk hasil foto yang bagus dan fasilitas yang bagus juga. Hitung-hitung membantu pihak pengelola dalam menjaga kelestarian hutan, serta perawatan fasilitas wahana spot foto yang ada, agar tetap savety.

Oh ya, kalau ke sini jangan siangan, ya! Kalau terlambat, lebih baik ambil sore sekalian.

Karena berada di atas tebing dengan ketinggian seperti ini, sengatan mataharinya khawatir membuat pening kepala. Belum lagi makin siang, antrian spot fotonya juga makin panjang. Lebih baik lebih pagi atau sore sekalian.

Ok Sobat, begitu banyak destinasi wisata bertebaran di bumi Indonesia yang kita cintai ini. Rasanya nggak akan habis untuk kita jelajahi.

Hutan tropis yang sejuk dengan berbagai tumbuhan yang berada di dalamnya, merupakan keunikan dan berkah sendiri yang wajib kita syukuri serta kita jaga kelestariannya. 

Seperti Wana Wisata Batu Garden Flower yang instagramable dengan studio alami gardu pandang di pinggir tebing ini.

Hasil jepretan mas fotografer dengan kamera profesional ala-ala fotografer beneran, yang nggak murahan ini. Hasilnya sungguh memukau.

Kami sudah menelusuri destinasi wisata Batu Garden Flower, bagaimana dengan kalian?

Salam,

-Kinan-

7 Responses to "Batu Flower Garden Wana Wisata Instagramable di Batu, Malang Raya"

  1. Bagus ya sepertinya bisa direkomendasikan yaa buat destinasi

    ReplyDelete
  2. waaah...kapan ya ke malang lagi? Mesti masuk agenda nih, krn ada yg belum disambangi...malang emamg surganya wisata.

    ReplyDelete
  3. Tadi sempat kaget kok tiket masuknya murah eh ternyata tiap spot foto lain biayanya hihi
    Noted tipsnya..mungkin aku juga sama mbak..bakal kliyengan kalau siang-siang di tepi tebing begitu. Jadi bener tuh mending pagi atau sore sekalian.
    Semoga kalau ke Malang nanti bisa mampir sini juga

    ReplyDelete
  4. Mupeeeeeng ... itu kenapa keren-keren banget gitu viewnyaaa
    Tiketnya murah-murah lagi. Nanti kalo pulang ke Jawa insyaAllah mau kesitu aaah

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah saya sdh ke BFG mb, pas itu sore jd hawane semriwing lmyn dingin hehe...Wah swru ya liburan sm kluarga...

    ReplyDelete
  6. Coban Rais sekarang tambah bagus ya...dulu pernah kesana ke air terjunnya...alhamdulillah sekarang tambah cantik setelah ada wisata yang banyak bunganya gini...bikin mata tambah sueegeeerrr����

    ReplyDelete
  7. Mba Nanik, sungguh tempat yang bikin pengen kesana, apalagi lewat tol sekarang malah lebih mudah loh hehe. Ternyata tiap spot foto bayar dan ngantri pula ya. Ok fix kalo kesana sorean aja, gak panas :)

    ReplyDelete

tambahkan teks diatas kolom komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel