Ingin Rejeki Makin Lancar? Jangan Takut Berbagi!

Barang siapa meminjami Alloh dengan pinjaman yang baik, maka Alloh melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Alloh menahan dan melapangkan (rejeki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.
(QS. Al Baqarah:245)

Tanggung-jawab Motor Yang Hilang

“Nan, kamu ngasih orang tuamu di kampung, ya?” kata Pak Alfi atasanku di suatu siang saat kami ngantor bulanan ke Surabaya. Waktu itu aku masih bertugas di perusahaan lama, dengan area tugas Pasuruan, Jawa Timur.

“Iya pak. Saya kan harus ngirim uang untuk bayar tagihan motor yang hilang saat parkir di halaman dr. Lilik,” jawabku sambil merapikan tugas laporan untuk dikumpulkan.
“Oo iya, ya. Kan motormu hilang. Berapa kamu kirim uang ke orang tuamu, Nan?”

“Adalah bapak, saya enggak enak harus menyebutkan di sini,” jawabku malu-malu. Maklum waktu itu statusku masih karyawan baru dan fresh graduate pula, jadi sering merasa enggak PD bercerita di depan kakak-kakak senior jika di kantor. 

“Enggak, sih Nan. Aneh saja,” lanjut Pak Alfi kemudian.
“Ada yang salah, ya Bapak?” tanyaku mulai kebingungan.

”Kamu kan masih baru. Berdasarkan peraturan perusahaan harusnya kamu hanya dapat hak insentif penjualan sepertiganya saja dan bulan berikutnya baru bisa menerima hak insentif dua pertiga-nya. Tapi beberapa kali aku lihat slip gajimu yang dikirim payrol. Insentif yang kamu terima selalu utuh, kan ya? Sepertinya sampai hari ini juga enggak ada info wajib mengembalikan kelebihan transfer ke payrol, kan ya?” 

“Punya Yono kepotong, loh Nan. Kan kalian sama-sama karyawan baru di tim saya. Koq kamu enggak kepotong, ya?” lanjut Pak Alfi yang keheranan. 
“Enggak ada, sih Bapak. Saya terima sesuai slip gaji itu. Apakah saya harus konfirmasi hal ini ke payrol kah, Bapak?” tanyaku mulai khawatir.
“Sudah ... biarkan saja, nanti kalau ada telepon atau email dari payrol atas pengembalian uang ini, kamu siap-siap saja, ya Nan! Enggak usah ngersulo. Kan memang harusnya kamu hanya dapat sepertiga dan dua pertiganya saja. Kalau sekarang biarkan sajalah, anggap saja ini rejekimu,” lanjut Pak Alfi sembari bercanda diikuti gojlokan kakak senior lainnya, yang meyakinkanku bahwa payrol pasti menagih kembali selisih uang insentif, dikarenakan statusku sebagai karyawan baru.

Akan tetapi hingga enam bulan berlalu, ternyata tetap tak ada email ataupun telepon dari pihak payrol untuk pengembalian insentif seperti yang dimaksud Pak Alfi tadi.

Admin kantor cabang pun berusaha membantu menanyakan ke payrol. Info payrol waktu itu semua transaksi di bulan itu sudah sesuai perhitungan marketing servis. Jadi enggak ada pengembalian uang atas nama karyawan Nanik K.

Ya Alloh ... betapa merinding aku waktu itu. Peristiwa lima belas tahun lalu, namun kejadiannya masih membekas hingga hari ini. 

Pengalaman pertama mengerti arti dan dampak bisa berbagi. Betapa Alloh Swt membantu dan melancarkan rejekiku karena tiap bulan mengirim sebagian gaji ke orang tua di kampung, yang awalnya merupakan wujud tanggung-jawab karena menghilangkan sepeda motor.  
Hanya karena sering mengirim uang ke bapak ibu di kampung inilah, alhamdulillah banyak urusan di kantor selalu dimudahkan-Nya. Jenjang karier berjalan mulus tanpa hambatan. Hingga di usia 26 tahun kala itu, aku sudah diberi mandat memegang tim kecil sebagai supervisor.

Kekuatan Berbagi dan Dampaknya

Tak hanya itu, pernah juga saat uangku pas-pasan di awal tahun bekerja. Karena kondisi ekonomi temanku yang mendesak, ku pinjamkanlah uangku ke teman yang sudah kuanggap sebagai kakak ini.

Atas dasar saling percaya saja sih, walau beliau tinggalnya di kota sebelah. Dengan alasan suaminya sangat membutuhkan dana tambahan. Ya sudahlah, hitung-hitung membantu.

Eh ujung-ujungnya, suami beliau bayarnya tidak sesuai dengan niat awalnya. Alhasil lumayan kelimpungan juga cash flow-ku di bulan-bulan itu. Kucoba terus menghubungi beliau, tetapi yang keluar hanya janji akan dikembalikan saja.

Mau ke rumahnya cukup kesulitan, karena letaknya jauh di kota sebelah. 

Sembari kesal, sambil terus mencoba menghubungi beliau. Secara tak terduga terlintas sesuatu di kepala, jika suatu saat uang itu bisa kembali dalam waktu cepat, akan kubagikan setengahnya ke panti asuhan langsung hari itu juga.

Karena bagiku daripada sama-sama hilang uang itu, kan mending kubagikan saja pada adik-adik panti asuhan yang sedang membutuhkan. 

Qodarullah ... selang satu minggu kemudian uang itu pun dikembalikan. Maka hari itu juga, uang yang terpinjam tadi segera kubagikan ke panti asuhan terdekat dengan kantor. 

Setahun kemudian secara tak sengaja aku bertemu dengan teman yang sudah kuanggap sebagai kakak ini. Beliau meminta maaf dan bercerita, jika suaminya baru saja tertipu rekan kerjanya. Total kerugian yang suami beliau tanggung senilai 100 kali dari uang yang kupinjamkan.

Ya Alloh, sekali lagi aku tertegun. Apa karena uang itu kubagikan ke panti asuhan hingga dampaknya bisa sebesar itu? Entahlah .. yang pasti sejak peristiwa itu, maka setiap bulan selalu kuniatkan untuk berbagi. 

Minimal sepuluh persen dari pendapatan yang aku terima, bahkan kuusahakan lebih. Karena hari-hari berikutnya pun aku juga pernah merasakan betapa saat aku mampu berbagi lebih dari yang biasanya kuberikan. Alloh Swt pun memberiku dan keluarga nikmat yang luar biasa besar pula untuk kami nikmati.

Berasa naik kelas saat bisa berbagi lebih itu.

Selalu Edufikasi ke Tim Agar Jangan Takut Berbagi dan Jangan Lupa Untuk Berbagi



Alhamdulillah saat ini aku bekerja di perusahaan yang baik dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik pula. Sebagai area manager di salah satu perusahaan farmasi tiga besar di Indonesia. 
Saat ini bapak ibu sudah tiada. Qodarullah diriku menerima mandat cicilan rumah yang tergadai karena kesalahan salah satu saudara, dengan nilai yang luar biasa banyak jumlahnya.

Dengan ikhlas ku terima mandat itu, sebagai tanggung-jawab seorang anak dengan mengingat jasa-jasa beliau membesarkan kami sebagai orang tua, serta berharap ridho dan rahmad dari Gusti Alloh Swt dengan segala kemurahan-Nya. 

Alhamdulillah segala sesuatu dimudahkan. Rejeki kami pun selalu saja ada walaupun di awal tampaknya berat. Bagiku, selalu berusaha berbuat kebaikan dengan berbagi itu dampaknya sungguh luar biasa.
Di tim dalam naunganku pun sering aku edufikasikan. Bahwa disetiap bulan saat kita menerima rejeki selalu kutekankan ke tim, janganlah pernah lupa untuk berbagi.

Karena di setiap rejeki yang kita punya, hakikatnya ada hak orang lain yang kurang beruntung di dalamnya, yang tentunya wajib kita bagikan.

Mudahnya Berbagi di Era Digital Saat Ini


Di era digital saat ini, banyak hal yang makin dimudahkan. Termasuk keinginan untuk berbagi ini.

Kita tinggal googling layanan online mana saja yang bisa membantu kita untuk menyalurkan itikad baik untuk berbagi ini.
Jikalau kita merasa kesulitan dikarenakan padatnya aktifitas. Atau menginginkan jangkaun penerima bantuan bisa lebih luas lagi dari area tempat kita tinggal saat ini.

Maka kita bisa menggunakan jasa layanan berbagi donasi online di beberapa website layanan online yang tersedia.

Akan tetapi tetap saja ya, kita memerlukan survey di jagad maya, tentang ulasan dan track record layanan berbagi online yang ditawarkan.

Tentunya agar kita bisa terhindar dari website yang tidak bertanggung-jawab dan penerima bantuan bisa menerima sesuai dengan apa yang kita harapkan.



Nah, sobat ... Dompet Dhuafa kini hadir sebagai salah satu layanan penyaluran donasi dhuafa secara online yang cukup representatif di Indonesia.

Dengan itikad memudahkan para donatur online untuk berbagi, maka Dompet Dhuafa memberikan beberapa pilihan layanan untuk menyalurkan donasi kita  melalui :

1. Kanal donasi online donasi.dompetdhuafa.org
2. Transfer bank 
3. Counter terdekat di beberapa kota
4. Care visit (meninjau langsung lokasi program)
5. Tanya jawab zakat
6. Edukasi zakat
7. Laporan donasi

Nah, jika sobat narablog tertarik untuk berbagi donasi dhuafa dikarenakan minimnya waktu karena padatnya aktifitas, atau berkeinginan agar penerima manfaat donasi bisa lebih luas lagi dari daerah tempat kita tinggal.

Maka sobat narablog bisa berselancar di Website resmi Dompet Dhuafa berikut, ya!
👇👇👇
www.dompetdhuafa.org.

Selamat berbagi Sobat. Jangan takut berbagi, karena Alloh Swt akan melipat-gandakannya dan melancarkan rejeki kita.

Saya sudah membuktikannya. Semoga sobat narablog sekalian juga bisa membuktikan segala nikmat dan keberkahan-Nya.
Aamiin Ya Robbalalamin

Salam,
-Kinan-

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa"

73 Responses to "Ingin Rejeki Makin Lancar? Jangan Takut Berbagi!"

  1. merinding kalo ngerasain manfaat dari sedekah dan zakat.aku slalu ditekanin papa utk jgn takut berbagi. itu ga akan bikin kalian miskin. awalnya ragu. tp papa selalu nunjukin dari perilakunya. gmn beliau ga prnh lupa sedekah, gmn beliau membanhun pesantren di kampung utk anak2 ga mampu.. dan aku bisa ngerasain hidup keluarga papa selalu lancar. kalopun ada masalah ga berag. usaha bakery papa walo ga terkenal banget, tp ttp lancar dan bahkan bisa berkembang sampe 14 cabang di medan.

    aku terapin dlm keseharianku. kalo gajian, yg aku sisihin pertama kali pasti zakat dan infaq dulu.baru setelah itu hal2 lain. aku ngeberaniin diri utk jd anak asuh 4 org anak mba. awalnya ga yakin, apa uangku cukup nantinya. pengeluaranku jg besar. tp alhamdulillah udh berjalan lbh 2 thn, aku msh mampu membyar uang sekolah anak2 asuhku sampe saat ini. adaaaa aja jalannya. malah yg 1skr ini aku sekolahin ke mesir krn dia dapat beasiswa sebagai penghapal alquran 30 juz.walo beasiswa tp ttp biaya hidupnya msh tanggunganku. Aku jg ga pgn berharap banyak dr yg udh aku lakuin. aku anggab aja itu tabungan utk hari akhir.

    ReplyDelete
  2. Subhanalloh ... salut sama Mb Fany. ����
    Semoga Mb Fany dan keluarga selalu sehat, sukses dan bahagia.
    Aamiin

    Benar mbak, berbagi tidak membuat kita makin kekurangan. Alhamdulillah segala hal bahkan terasa diberi kemudahan-Nya.

    Dan rejeki bukan hanya tentang materi, kan ya? Hidup berkah dengan selalu damai, selalu sehat, keluarga juga tentram itu sudah berkah luar biasa.

    Makasih sudah mampir Mb Fany. ����

    Alhamdulillah ya mbak kita masih bisa diberi kenikmatan berbagi.

    Bismillah dalam kondisi apapun tetap bisa berbagi. Baik dalam kondisi lapang maupun sempit.

    Makasih sharingnya Mb Fanny. ����

    ReplyDelete
  3. Berkah rezeki ya, bisa mendapat gaji dari membantu orang tua dan adik,semoga aku bisa seperti mba

    ReplyDelete
  4. berkah rezeki y mb, balasannya pun rezeki yg makin berlimpah dr arah yg tidak pernah diduga sebelumnya <3 terima kasih sdh berbagi mb^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mb Vidya..
      Alhamdulillah.
      Sama-sama mbak

      Delete
  5. Aku punya pengalaman dimana lagi ngga punya uang masih tetap bersedekah,... kasih sedekah disiang hari, abis maghriban rezeki kembali berkali lipat, mashaa Allah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mb Irena,benar.
      Awalnya pasti berasa 'eman', karena butuh.
      Tapi inshaaAlloh jika diikhlaskan,malah kembali lagi.
      Berasa berlipat-lipat malah.

      Delete
  6. Berbagi itu seperti orang invest yang keuntungannya bisa tujuh kali lipat

    ReplyDelete
  7. Ya Allah diingatkan lagi untuk berbagi... Kadang kalau sedang sempit itu jadi pelit... Padahal matematika Allah itu sangat luas. Terima kasih ya Mak kinan sudah diingatkan kembali untuk berbagi ☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mb Litha.
      Ngingetin diri sendiri juga,koq mbak.

      Delete
  8. Betul sekali mbak saya juga merasakan ketika kita berusaha berbagi, membahagiakan orgtua sekecil apapun maka insyaallah ada keberkahan tersendiri, InsyaAllah Allah yang Maha Mencukupkan, jadi tak perlu takut untuk berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mb Meilawati. Alloh Maha Mencukupkan.
      Jadi hasrat merasa kekurangannya dikendalikan, hehe.

      Delete
  9. Setuju. Ingin rejeki lancar tinggal buang2 uanh dengan sedekah. Ajain yah cara Allah itu buang2 uang tapi dapet gantinta berlipat-lipat. Mari banyak-banyak sedekah mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups Mb Mega.
      Kalkutornya merk akhirat, jadi hitung-hitungannya beda, hehe.
      Yess mb. Perbanyak sedekah, yuk.

      Delete
  10. Masya Allah ... Nggak ada keraguan dengan janji Allah, balasan berkali-kali lipat untuk mereka yg bersedekah. Dan kink di era digital semakin mudah saja cara bersedekah ya, alhamdulillah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mb. Alhamdulillah kita tinggal di era saat ini.
      Damai tanpa perang, dan pertumbuhan teknologi yang makin pesat.
      Jadi, kalau mau berbagi, tinggal online saja.

      Delete
  11. Berbagi memang punya banyak keutamaan. Menebar manfaaat untuk orang lain, membahagiakan melihat mereka tersenyum dengan apa yang kita beri meski tak seberapa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mb Lia, menebar manfaat berharap ridho-Nya.
      Senang melihat orang lain bahagia.

      Delete
  12. Luar biasa niat kita berbagi itu, akan berbuah kebaikan dari arah tak terduga. Bagusnya udah sedekah engga usah diingat-ingat lagi...Lupakan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyess Mb Hani.
      kalau diingat-ingat, khawatir nggak berkah.
      Karena semua yg dibagikan, harapannya ikhlas hanya memohoh ridho Alloh Swt saja, ya mb.

      Delete
  13. Ajaib banget ya bagaimana Alloh mengganti rejeki yg diniatkan untuk sedekah. Terinspirasi saya lho baca cerita mba yang soal ngasih pinjaman trus seret itu. Saya jujur masih suka sulit betul betul iklhas untuk minjami uang seseorang.
    Sudah saya kepoin itu webnya dompet duafa. Fiturnya ternyata lengkap dan mudah ya. Bisa kita atur donasi lewat gadget kita saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mb, hehe khawatir dimanfaatkan ya mb.
      Kalu sekarang berusaha diikhlaskan saja sih mb.
      Kalau enggak balik pinjemannya, ya ... sedekahin saja ke peminjamnya,hehe.
      Nanti yang ngasih reward dan punishment kan Gusti Alloh Swt.

      Bismillah ikhlas, berharap ridho Alloh Swt saja.
      Bismillah semangat mb.

      Delete
  14. MasyaAllah ... Rezeki yang kita peroleh setelah bersedekah memang jadi berkali-kali lipat banyaknya. Jangan lelah untuk bersedekah, bahkan saat dirasa materi yang kita punya sebegini-sebegini saja. Bisa jadi Allah limpahkan kesehatan pada tubuh kita. Kesehatan, sebuah nikmat yang membawa kita bisa melakukan kegiatan positif apa saja. Semoga kita senantiasa istiqomah dalam berbagi ya, Mak Kinan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa Mb Mel.
      Benar semua itu, bismillah kita selalu diberi kemudahan untuk berbagi.
      Baik di saat lapang, maupun disaat sempit.

      Delete
  15. yes setuju bangeettt, ayo berbagi dan jangan takut merugi karena sesungguhnya berbagi itu adalah hal yang membahagiakan dan Allah pun akan melipatgandakan apa yang kita sedekahkan. keren tulisannya bun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yess, juga Mb Steffi.
      Makasih apresiasinya Mb Steffi.

      Delete
  16. Bener ya mba, dengan berbagi, kita nggak akan kekurangan. Justru Allah akan melipatgandakan rejeki kita. Yang penting iklas dan bukan hanya lip service semata. Hehe.. semangat mba!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, benar Mb Betty.
      Ikhlas dari hati,berharapnya hanya ridho Alloh Swt.
      Bukan yang lain.

      Delete
  17. MasyaAllah, Allah memang tidak tidur ya mbak... Dengan berbagi segala urusan duniawi kita pasti akan dimudahkan olehNya, apalagi urusan akhirat kelak, insyaAllah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yess, Mb Dewi Adikara.
      InshaaAlloh berharap ridho dan rahmad dari-Nya saja. Atas segala kemudahan dan limpahan berkah-Nya.
      Bukankah tempat kita kembali, hanya pada-Nya saja?.

      Delete
  18. ada kepuasan dan kebahagiaan tersendiri ya saat bisa berbagi, Masya Allah

    ReplyDelete
  19. Hikmahnya berbagi...berbagi mendatangkan rezeki dan memudahkan jalan...

    ReplyDelete
  20. Aku jadi inget kalimat berbagi takkan membuatmu kekurangan, barangkali begitulah ya mbak. Justru dengan berbagi, kembali kepafa kita berkali - kali lipat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Teh Shinta.
      Bahkan saat kita memberi hanya sebutir zara saja, nikmatnya tetap berkali-kali lipat.
      Makasih sudah mampir teteh.

      Delete
  21. betul mbak..tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah..dan harus yakin semua kebaikan akan kembali kepada kita..entah kapan dan dengan cara bagaimana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups Mb Nining, setuju banget.
      Segala kebaikan nantinya akan kembali kepada kita, kita hanya diminta percaya saja, hehe.

      Delete
  22. Bener banget mbak. Dengan berbagi Allah akan menambahkan rezeki kita. Dan juga memudahkan semua urusan kita. Berbagi itu menyenangkan apalagi saat ini banyak lembaga lembaga yang siap menyalurkan bantuan kuta pada yang membutuhkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mb Narti.
      Lembaga online yang terpercaya di era saat ini pun juga banyak, mudah di akses pula. Yuk mbak,jangan takut berbagi

      Delete
  23. Pengalamanku, dengan berbagi itu rasanya malah ayem. Karena merasa ada yang "menjaga". Entah aku lupa awalnya gimana. Tapi semakin ke sini aku semakin yakin, berbagi itu malah menjadi penolong dalam saat-saat sulit. Pokoknya percaya saja, dan gak perlu itung-itungan minta ganti sama Allah. Wong Allah yang lebih tahu kok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mb Damar.
      InshaaAlloh penolong kita disaat sulit.
      Senang berbagi pengalaman dengan Mb Damar.

      Delete
  24. Masya Allah, kisah nyata yang inspiratif ini, Mbak.
    Memang benar, jangan pernah takut berbagi. Sejatinya kita pun tidak punya apa-apa. Saat berbagi, sebenernya kita hanya menyalurkan harta titipan Allah kepada yang lainnya. Balasannya tentu tidak hanya material, tetapi yang paling penting adalah keberkahan hidup :)
    Nice sharing...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mb Tatiek, balasan kebaikan tak selalu tentang materi. Kesehatan, berada dalam komunitas orang-orang baik pun juga sebuah nikmat yang luar biasa.
      So,jangan takut berbagi.
      Makasih

      Delete
  25. Pengalaman mbak sama dengan aku, uangnya yang dipinjam susah dikembalikan. Akhirnya woles saja tapi dalam hati kalau dikembalikan nanti berbagi yang benar-benar membutuhkan. Deh. Benar saja pas dikembalikan niatnya dilaksanakan, hasilnya jauh lebih bahagia deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, benar mb. Jurus ikhlas mengharap ridho Alloh itu,hasilnya memang luarr biasahh.

      Delete
  26. Berbagi tidak akan merugi dan bersodakoh bisa berapa saja sesuai kemampuan. Apalagi ada Dompet Dhuafa yang super mudah saat ingin bersodakoh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyess Mb Erin. Dompet Dhuafa memudahkan layanan berbagi di era digital saat ini. Monggo ikutan mb.

      Delete
  27. Saya pun merasakan sendiri manfaat bernagi, hati rasanya jadi plong dan bahagia. Ikut bahagia karena orang lain bahagia, salah satunya. Apalagi kalau mau berbagi ke orang tua, pintu rezeki rasanya dibuka selebar2nya

    ReplyDelete
  28. Saya pun merasakan sendiri manfaat bernagi, hati rasanya jadi plong dan bahagia. Ikut bahagia karena orang lain bahagia, salah satunya. Apalagi kalau mau berbagi ke orang tua, pintu rezeki rasanya dibuka selebar2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mb, ehtapi kenapa tetap saja, ya ada orang yang suka merepotkan orang tua,ya mbak.
      Padahal dengan membahagiakan orang tua itu loh nikmatnya buanyakk.

      Delete
  29. berbagi memang tidak ada ruginya...selalu balik kepada diri sendiri berupa rezeki tak terduga, pertolongan Allah dengan kemudahan-kemudahan dan keberkahan lainnya. Semoga kita selalu mampu berbagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga kita selalu diberi kemudahan berbagi, baik disaat lapang maupun disaat sempit.

      Delete
  30. Janji Allah emang pasti. Terlebih lagi soal berbagi ini.
    Saya juga merasakannya Mbak. Semoga kita bisa istiqomah untuk selalu berbagi ya Mbak, Aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.
      Bismillah ya mbak. Selalu diberi kemudahan dalam berbagi, baik disaat lapang maupun disaat sempit.

      Delete
  31. Berbagi sejatinya adalah investasi ya mbak? :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mb Nad. Investasi dunia dan akhirat,hehe.

      Delete
  32. Masya Allah, inspiratif sekali, Mbak...selalu ada kisah menarik setiap kali seseorang berbagi...salut banget.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mb Muyas. Alhamdulillah masih diberi nikmat berbagi.

      Delete
  33. Memang berbagi tak akan rugi ya Mak Kinan apalagi berbaginya sama orang tua sendiri alhamdulillah rejeki jadi adaaa saja datangnya. Alhamdulillah nya lagi skrang mau berbagi tinggal klik klik pun jadi yaaa. Ya iya. Lewat dompet Dhuafa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mb Meykke, alhamdulillah masih diberi nikmat bisa berbagi.
      Benar mbk, hari gini mana lagi yang nggak online ya mb?
      Alhamdulillah dalam berbuat kebaikan pun ada pula layanan onlinenya. Dompet Dhuafa salah satunya.

      Delete
  34. Barakallah mbak...
    Kehidupan saya juga penuh dgn keajaiban sedekah, masya Allah. Padahal dlunya saya nggak percaya bahwa sedekah dapat melancarkan rezeki. Ternyata Allah buktikan semuanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Barakallah juga buat Mb Hastin...
      Benar mbak, saat janji Alloh Swt itu terjawab. Berasa surprise gimana gitu, ya mb.
      Alhamdulillah, Alloh Swt sungguh Maha Kuasa, Maha Segalanya.
      Maka nikmat manalagi yang akan kita dustakan.

      Delete
  35. Maa syaa Allaah luar biasa sekali ya mbak berkah dari berbagi ini. Bukannya membuat kita kekurangan tapi dengan sering berbagi rejeki kita juga justru semakin lancar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mb Siska.
      Alhamdulillah, Alloh Swt yang memudahkan langkah kita.
      Yuk,mbak berbagi bareng2.

      Delete
  36. Betul mba, klo tau hikmahnya berbagi bikin kita ketagihan, saya pun demikian 😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, benar kan yaa ...
      Semoga sekarang lebih banyak lagi yang nggak takut berbagi,karena banyak yang membuktikan hikmahnya.
      So, everybody jangan takut berbagi, ya.

      Delete
  37. Salam kunjungan dan follow sini ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal ys kak.
      Siap follback juga.
      Terima kasih kunjungannya kakak.

      Delete
    2. Kak ASTraveller akun blognya, nggak bisa di follow kah, kak?
      Saya nggak bs menemukan tools untuk follow.

      Mohon konfirmasinya.
      Mksh

      Delete

tambahkan teks diatas kolom komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel