Review Film: Aquaman Tontonan Keluarga Asyik di Penghujung Tahun 2018

Menghadapi kenyataan jika ibu yang dicintainya harus mendapatkan perlakuan kurang baik di tempat asalnya (Atlantis) hanya karena melahirkan dirinya, menjadikan Arthur tidak tertarik untuk datang ke Atlantis, apalagi bermimpi menjadi seorang raja.
Jiwanya hanya tertantang untuk menolong orang yang sedang kesulitan dan bermasalah saja, bukan menjadi raja.
Dialah Arthur (Jason Mamoa) ... seorang pemuda putra penjaga pantai yang dalam kesehariannya tinggal bersama Sang Ayah, Tom Curry (Temuera Morisson). Padahal sosok yang sebenarnya, ia adalah salah seorang putra pewaris Kerajaan Atlantis dari Ratu Atlanna (Nicole Kidman).

Ratu Atlanna adalah putri Kerajaan Atlantis yang melarikan diri saat akan dijodohkan dengan salah satu raja dari Samudra Atlantis yang berperangai kurang baik. Dan ... saat hujan badai besar datang itulah tubuh Ratu Atlanna terhempas dari lautan, tergeletak dalam keadaan terluka di bebatuan pinggir pantai, tempat Tom Curry  sedang bertugas sebagai penjaga pantai. 

Seperti dalam kisah klasik lainnya, singkat cerita mereka berdua pun merasa cocok dan akhirnya menikah, hingga lahirlah bayi Arthur. Diberi nama Arthur oleh kedua orang tuanya dengan pengharapan agar saat dewasa nanti Arthur bisa menjadi pelindung dan pengayom bagi banyak orang. 

Namun kebahagiaan keluarga kecil ini pun tak bisa berlangsung lama. Sekelompok pasukan Kerajaan Atlantis yang bertugas mencari Putri Atlanna menyergap masuk kediaman Tom untuk membawa Putri Atlanna kembali ke Atlantis. Beruntung karena kesigapan Putri Atlanna dalam menghadapi situasi darurat dengan aksi bela dirinya, mereka bertiga pun akhirnya terselamatkan. 

Menyadari bahwa keselamatan suami dan bayi mungil buah hati mereka (Arthur) mulai terancam, akhirnya Putri Atlanna bersikeras untuk kembali ke dasar laut guna menyelesaikan beberapa masalah yang tertunda di Altantis dengan meninggalkan keluarga kecilnya yang baru.

Walau tanpa pendampingan ibu yang dicintainya, Arthur Curry kecil tetap tumbuh bahagia menjadi manusia sederhana hingga beranjak dewasa. Dia tumbuh menjadi pemuda gagah pinggir pantai lengkap dengan rambut gondrong yang jarang disisir, gaya cuek, slengean dan berbagai tato yang ada di tubuhnya. Selain dalam bimbingan ayahnya, Arthur juga dalam pengawasan dan bimbingan Volko (Willem Dafoe), seorang perdana menteri Kerajaan Atlantis yang dipercaya Putri Atlanna untuk mendampingi Arthur mengenal ilmu bela diri serta mengenal lautan sedari kecil hingga Arthur dewasa. 

Meskipun tubuh Arthur banyak tato dan terkesan kasar, Arthur Curry adalah pemuda baik dan sangat peduli dengan masalah-masalah ketidak-adilan yang terjadi di laut lepas. Terlebih lagi jika mendapati adanya pembajakan kapal di laut, maka jiwanya akan terpanggil untuk membantu awak kapal yang sedang bermasalah karena ulah para pembajak tersebut.

Oleh karena itu dia lebih dikenal di daratan sebagai Aquaman. Manusia air yang selalu datang menolong di lautan. Namun karena bertitle sebagai Aquaman ini pulalah Arthur akhirnya terjebak bermusuhan dengan Black Manta (Yahya Abdul Matten II) seorang bajak laut yang ayahnya meninggal saat kapal yang dibajak diselamatkan oleh Aquaman.

Terlahir dari dua darah dengan dunia berbeda hingga membuatnya menjadi spesial dengan mempunyai kekuatan super, bukan berarti Arthur kecil tak pernah dibully, loh. Ternyata beberapa teman yang merasa paling besar di kelasnya pernah juga membullynya. Namun saat pembullyan di lokasi Sea World tempat study tour sekolah mereka itulah, Arthur kecil menyadari jika dia bisa berkomunikasi dengan makhluk bawah laut.
Ikan hiu dan ikan-ikan lainnya di Sea World menjadi marah serta tunduk di belakang Arthur kecil siap menjadi pembela Arthur jika dia bermasalah karena dibully temannya. Adegan ini cukup mengesankan, walaupun konflik saat pembullyan Arthur menurut saya kurang menantang, sih.

Di tempat berbeda, di relung dasar lautan, penguasa Kerajaan Atlantis Raja Orm (Patrick Wilson) sedang bersiasat melakukan sekutu dengan Raja Nereus (Dolph Lundgren) agar Raja Nereus menyetujui berperang dengan daratan yang selalu merepotkan dengan dropping sampah dan tindakan-tindakan buruknya yang sering memporak-porandakan ekosisitem bawah laut dengan melakukan pemboman. Tentunya dengan komando utama dipegang Kerajaan Atlantis di bawah pimpinan Raja Orm.
Alhasil siasat Raja Orm ini pun berhasil. Dengan melakukan bom kapal selam saat perundingan sedang berlangsung membuat Raja Nereus marah, karena dia nyaris terluka. Raja Nereus pun menyetujui usul Raja Orm untuk bersekutu memulai perang dengan penduduk dan penguasa di daratan.

Walau diawal Arthur sempat keberatan untuk datang ke Atlantis karena marah mengingat nasib ibunya. Akan tetapi kedatangan Putri Mera (Amber Heard) dari Kerajaan Atlantis yang mencarinya atas permintaan Volko membuat Arthur menyadari pesan yang disampaikan Volko lewat Putri Mera bahwa akan adanya perang besar yang digagas Raja Orm (saudara tiri Arthur) penguasa Atlantis yang sudah bersekutu dengan beberapa kerajaan dasar laut lainnya untuk melawan penduduk di daratan adalah benar adanya.
Hal ini tidak lain karena bersamaan dengan kepergian Arthur meninggalkan Putri Mera (awalnya), badai besar semacam tsunami datang menerjang dan memporak-porandakan daratan hingga nyaris Arthur kehilangan ayahnya jika tanpa pertolongan Putri Mera.

Merasa terpanggil karena khawatir semakin banyak penduduk tak berdosa menjadi korban ulah Raja Orm yang akan memporak-porandakan daratan lagi. Setelah merasa aman dengan kondisi Sang Ayah, Arthur pun bersama Putri Mera melakukan perjalanan ke Kerajaan Atlantis dengan mengendarai pesawat milik Putri Mera yang disembunyikan di suatu tempat. 

Jembatan menuju Kerajaan Atlantis
Melalui jembatan penghubung akhirnya mereka bisa memasuki gerbang Kerajaan Atlantis yang modern dan mewah. Banyak orang yang lalu lalang di sana bahkan akses untuk masuk wilayah kerajaan pun harus memakai paspor segala, Artur pun dibuat takjub karenanya. “Welcome home ...,” kata Putri Mera. 
Dan keseruan aksi dunia bawah laut pun dimulai ...

Dimulai dengan wejangan Volko agar Arthur bisa lebih kuat dari Orm yang sudah bersekutu dengan ayah Putri Mera (Raja Nereus) untuk menguasai lautan dengan mengumpulkan kekuatan serta menyatakan perang pada penduduk daratan. Maka menurut Volko Arthur harusnya segera menyiapkan diri menjadi raja, bahkan jika perlu harus bisa mengalahkan Raja Orm. Semua ini mereka lakukan demi keselamatan rakyat di lautan juga penduduk di daratan.
Volco pun menjelaskan ada aturan tak tersirat di Atlantis, bahwa bagi siapa pun yang berhasil memiliki Trisula Emas milik Raja Atlan yang legendaris dan fenomenal itu, maka otomatis dia akan terpilih menjadi raja di Atlantis. 

Namun lagi-lagi Arthur hanya tersenyum tanpa arti, mengatakan bahwa kedatangannya ke Atlantis bukan untuk menjadi raja, karena dia memang bukan raja. Dia datang hanya karena ulah Raja Orm saja yang memporak-porandakan daratan. 
Tapi sebelum obrolan mereka bertiga selesai, serdadu Kerajaan Atlantis berhasil menemukan Arthur dan menahannya.

Menyadari jika saudara tirinya sudah datang, Raja Orm geram dan tidak menyukainya. Dia menahan Arthur hingga akhirnya mengajak Arthur duel di arena publik yang dilihat ribuan rakyat Atlantis untuk membuktikan siapa yang layak berada dan menjadi raja di lautan Atlantis.

Duel dengan King Orm
Seperti kisah superhero lainnya di mana Sang Hero selalu kalah di awal, Arthur pun kalah telak dari Raja Orm karena kurangnya persiapan saat duel berlangsung. Beruntung saja Putri Mera berhasil menolong dan menyelamatkan Arthur dari arena pertandingan sebelum Raja Orm berhasil membunuhnya, serta membawa Arthur keluar dari Kerajaan Atlantis dengan segala adegan hebohnya. 

Karena mereka berdua sudah terlanjur menjadi buronan di Kerajaan Atlantis, rasanya memang tak mungkin tuk kembali ke Atlantis jika tanpa Trisula legendaris Raja Atlan. Oleh sebab itu tujuan Putri Mera hanyalah satu, yaitu mulai mencari Trisula Emas Legendaris Raja Atlan agar Arthur bisa menjadi raja di Kerajaan Atlantis, serta membisukan aksi otoriter Raja Orm dengan segala arogansinya untuk menjadi penguasa seluruh lautan dan penaklukkan daratan. 

Apakah Arthur berhasil mendapatkan Trisula? Bagaimana dengan Raja Orm yang ambisius? Maukah dia dengan serta merta menyerahkan tahta dan mimpinya mengusai lautan, hanya dengan sebuah Trisula Legendaris itu? Bagimana keseruannya?

Tampilan aksi dan visualisasi  di darat dan di laut dalam film ini cukup memukau, akan tetapi ada beberapa cerita dalam film ini yang terkesan dipaksakan. Seperti kenapa negara Atlantis yang awalnya sudah modern kehidupannya di permukaan, setelah terjadi ledakan dahsyat akibat Trisula Raja Atlan akhirnya tenggelam di dasar lautan, tapi tetap utuh sebagai kerajaan dan tetap hidup bersama dengan rakyatnya di bawah laut.
Adaptasi dari kehidupan di darat menjadi di laut dalam waktu cepat, tidak dijelaskan dalam adegan di film ini. Adakah yang bisa membantu kebingungan saya? Apakah ada adegan yang terlewat? 

Dikejar Trench
Selain itu, terdapat cerita lain lagi dalam film ini menurut hemat saya yang terkesan dipaksakan. Misal dalam misi mencari Trisula Legendaris Raja Atlan, walau banyak adegan dalam film ini untuk mendapatkan Trisula Legendaris itu mereka berdua harus melewati berbagai rintangan, termasuk harus melawan beribu makhluk jelek Si Trench yang siap melahap mereka berdua hidup-hidup. Akan tetapi sesampai mereka di lokasi Trisula Legendaris Raja Atlan, Arthur hanya mengandalkan kemampuan ilmu komunikasinya dengan makhluk bawah laut seperti saat dia kecil saja.

Padahal makhluk besar penjaga Trisula Legendaris yang digambarkan tersebut, sudah terbiasa membunuh banyak orang yang berkeinginan datang mengambil Trisula Legendaris itu, loh. Ironisnya tanpa perlawanan setelah Arthur bisa menjelaskan maksud keinginannya untuk memiliki trisula tersebut, si makhluk besar penjaga Trisula Legendaris langsung saja membiarkan Arthur mendekati trisula serta memilikinya. Hehe, berasa aneh saja.

Minimal harusnya ada lah ya duel hebat dengan si makhluk penjaga trisula yang digambarkan banyak membunuh banyak orang yang mendekati trisula tersebut, sebelum akhirnya Arthur bisa berbicara langsung dengan si makhluk penjaga trisula ... atau bisa jadi, fakta yang sebenarnya durasi film Aquamannya saja yang kurang panjang, ya? #Ehh

Mendapatkan Trisula Legandaris King Atlan
Tapi apa pun itu, film yang dikemas apik dengan segala joke-joke, visualisasi serta aksi duel di dalamnya, meskipun berdurasi dua jam lebih benar-benar tidak membosankan. Imajinasi kehidupan bawah laut dengan segala akhitivitas masyarakatnya yang teknologi minded sangat menghibur penonton. Sang Sutradara (James Wan) benar-benar bisa membuat penonton berimajinasi dengan kehidupan bawah lautnya dengan segala kemoderenannya. Kabarnya film ini ditayangkan berdasarkan serial komik DC yang sudah booming terlebih dahulu di Amrik sono, loh. 

Kehidupan bawah laut

Terakhir ... hal yang sangat saya sukai adalah pesan tersirat yang ada di film Aquaman ini melalui peran-peran pemain di dalamnya, seperti:
- Raja Orm
Bahwa segala ketamakan yang dilakukan Raja Orm tidak hanya merugikan orang lain, tapi juga menjadikan dirinya sendiri tidak berharga.
- Ratu Atlanna
Perasaan ketidak-adilan yang diterima Ratu Atlanna dengan segala deritanya, kesabaran dan ketabahannya lah yang akhirnya menguatkannya.
- Arthur
Peran Arthur pun sangat sarat dengan ilmu-ilmu kehidupan yang patut diteladani. Dengan gaya santai dan cueknya Arthur tidak pernah bermimpi menjadi raja, walaupun dalam garis keturunan harusnya dia bisa menjadi raja. Akan tetapi dia tidak pernah menginginkannya. Dia menikmati menjadi manusia biasa yang siap menolong siapa saja yang membutuhkannya.
Siapa sangka segala kebaikan, rendah hati dan sikap menolongnya lah yang akhirnya menjadikannya ditakdirkan menjadi seorang raja. 
Atitude is the answer. Hail to The King!

Kalau Sobat, sudah nonton atau belum nih film Aquaman? Kalau sudah, pesan apa yang bisa Sobat ambil pada film Aquaman ini. Share, yuk!


-Kinan-

Sumber foto: Warner bros

44 Responses to "Review Film: Aquaman Tontonan Keluarga Asyik di Penghujung Tahun 2018"

  1. Ini film genre fantasy ya mom? Kalau aku bisa ngantuk nonton film beginian, hihi ... Anomali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh, daku nggak terlalu paham genre film ee mbakkuh.
      Tp menurut saya nih, apapun genre film ini, usaha sang sutradara (James Wan) dlm mengemas film ini menjadi tontonan yg asik dan tidak membosankan menurut saya patut diacungi jempol.
      Cukup bagus dan recomended sih kalo mrnurut saya.
      Bisa dicoba tonton dulu bareng si kecil bu dokter. 😘

      Delete
  2. Wah tambah lagi nih noted yang harus ditonton . . .dicatat dulu ya mbakkuh judulnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Segera ditonton ya miss, soalnya dah mo kelar, hehe.

      Delete
  3. Tuhkan seru..aku jadi bikin theather of mind nih bun.. suamiku diajakin gak mau terus..malah ngeledek kalo film Amidisman ada ga? Next aku ajak yang lain aja deh buat nemenin nonton aquaman ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe memang lebih seru jika nonton di bioskop sih mbak. Next ajak saya aja mbakkuh. #hehe

      Delete
  4. wah keknya seru nih, udah di spoiler-in jadi bikin penasaran wkwk. Makasih mba sharingnya bisa jadi alternatif film yang akan di tonton nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggo mbak, silakan ditonton. Kehidupan bawah lautnya asyik. Bagi yang biasa berimajinasi kek saya ini. #Ehh

      Delete
  5. Asyik..akhirnya saya tahu, cerita tentang Film Aquaman ini. Karena saya belum nonton, Mbak. LOL.
    Kalau dilihat dari ceritanya, memang ada kisah yang klasik ya. Seperti pernikahan Ratu Atlanna dan tokoh utama yang kalah di awal pertarungan. Klise hahaha...
    Sepertinya efek dan visualisasi film ini cukup menarik juga ya? Kok, malah jadi penasaran, pengen nonton :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, cerita klasik yang dikemas modern ala DC film, hehe.
      Mungkin kehebatan orang luar di situ ya, mbak. Mereka selalu bisa menutupi sisi kelemahan sebuah cerita dengan visualisasi dalam sebuah film, jadi penonton terbawa saja alur ceritanya. Lupa kalo ujung2nya kisah model itu dan itu saja.
      Peran sutradaranya memang luar biasa.

      Delete
  6. Wah film fantasi begini sukaanku jaman sma, sekarang syusah mau nonton begini bawa bocil����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak pa2 mbak. Nanti kalo si kecil dah mulai besar, malah bingung kalo dia suka minta nonton. #Ehh

      Delete
  7. Kemarin anak-anak udah nagis nonton..tapi berhubung pulkam dan di kampung banyak kesibukan tahu deh masih kebagian enggak besok nih
    Karena mereka ngikuti film DC..keren memang visualisasinya dan setuju meski beberapa kesannya dipaksakan, tapi namanya juga film yaakk..:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya Mb Dian namanya juga film, nggak semuanya bisa terlihat normal. Apalagi film ini juga berdasarkan serial komik DC, jadi banyak adegan lebih merujuk ke cerita awalnya di komik.

      Delete
  8. Akhirnya dapat juga review film Aquaman. Dari kemarin, film ini wara wiri di timeline medsosku tapi saya belum tertarik untuk tahu lebih lanjut. Dengan baca tulisan ini, setidaknya udah tahu genre film ini seperti apa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat berburu tiket ya mbak. Kalau di tempat saya sudah mau kelar soalnya. Hanya beberapa studio saja di Surabaya yang masih menayangkan film ini.

      Delete
  9. film ini cocokkah ditonton dengan anak-anak, mbak?
    lha saya aja ga mudeng ceritanya. hihihihiii
    mungkin beda selera kali yaaa hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, disitulah perbedaan mencolok orang Intuisi dan Sensing mbakkuh.
      Orang dengan tipikal Sensing sangat mengandalkan panca indera, berdasarkan apa yang dilihat saja. Rada susah biasanya mengambil titik kepekaannya, walau sebenarnya bisa dilatih.
      Jadi buat tipikal Sensing, berimajinasi itu ... berat, hehe. #Piss

      Delete
  10. Pengen nonton juga...apa daya tak mungkin. Soalnya aku g bisa ngajak anak-anak nonton film ini. Thanks buat ulasannya mba 😉

    ReplyDelete
  11. wah aku sdh nonton dan aku suka dengan filmnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, sama saya jg suka.
      Pesan moral apa kah yg bs diambil mbakkuh?
      Kalo saya 3 hal yg saya sebutkan di atas.;)

      Delete
  12. Film fantasi sebenarnya seleraku banget, tapi dengan duo krucil kayaknya aku bakalan absen dulu. Tapi secara garis besar filmnya udah kelihatan menarik. Kalau ada waktu nonton tanpa anak-anak, aku tertaik nonton juga. Nice sharing Mbak Nanik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mb Damar.
      Semoga Si kecil segera besar, jadi bs diajak nobar ya mbak. 😊

      Delete
  13. Aku bahkan harus mengingat keras kapan terakhir kali nonton di bioskop. Jadi, sudah tentu aku belum nonton Aquaman ini. Eh lho, malah bangga. Membaca tulisan ini, aku jadi ingat cerita INGO-nya Helen Dunmore. Menceritakan kisah cinta antara manusia dan makhluk bawah laut. Ada peperangan di bawah laut juga. Seru!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, jadi ikut berimajinasi dg kehidupan bawah laut ya, mbak? 😁

      Delete
  14. lupa kapan terakhir nonton. sekarang apalagi sudah di kampung. thanks reviewnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mbak Fu.
      Semoga bisa membantu lewat reviewnya.
      Makasih sdh mampir.

      Delete
  15. suguhan visual effect dari PH terkenal sudah pasti jempolan. Apalagi genre fantasi gini, saya suka. Tapi, takut ceritanya gak enak,hiks. Jadi, makasih reviewnya

    ReplyDelete
  16. Jadi pengen nonton...seru nih buat ditonton bareng anak-anak. Makasih ya mbak ulasan filmnya

    ReplyDelete
  17. film ini lg hits ya mbak dimana2..pingin nonton juga nih nanti kalau udah masuk indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah masuk Indonesia per tgl 13 Des '18 kalau nggak salah.
      Sdh mau kelar di beberapa bioskop Surabaya mb. 😊🙏

      Delete
  18. Waw lengkap banget reviewnya mba .. bikin tersepona hehehe. Kayaknya ini cucok buat anak remaja ya? Eh ada adegan dewasanya gak? Biar gak salah bawa anak bujang ni hehehe. Thks for sharing ya mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan film-nya diangkat dari serial komik DC mbakkuh. 😁
      Ceritanya jg seputar super hero koq.
      Menurut saya memang film untuk keluarga dan aman bt anak2.
      Kalau adegan ciuman, seingat saya sih cuman sekali.
      #semogasayanggaksalahlihat.🙏

      Delete
  19. Kirain mau spoiler. Wkwkwk.... Saya suka.banget action fantastis gini. Pasti nonton ntar kalau versi online udah muncul. Hahaha. Gak sempet ke bioskop

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, nggak pa2 mbak. Sudah mo kelar koq filmnya.
      Versi movie online dah mulai beredar sepertinya.
      Monggo mulai hunting mbak.;)

      Delete
  20. Wah lengkap dan runut review film aquaman nya mba. Saya blm nonton sih, udah dpt bocoran lengkap jd tahu duluan ceritanya. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, nggak pa2 mbakkuh.
      Dah mulai kelar jg koq di mana-mana.
      Semoga reviewnya bisa membantu rasa penasaran film ini. ;)

      Delete
  21. Barusan bw di blog siapa gitu juga review aquaman. Berarti harus nonton beneran nih karena saya belum. Makasih reviewnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama bun Ibusuri.
      Senang bisa membantu.
      Terima kasih sudah mampir ya, bun. 🙏

      Delete
  22. Saya jarang banget nonton mbak, bukanvtidak tertarik dengan dunia film tapi mungkin belum merasa nyaman nonton dengan membawa anak anak yang bakalan bikin rusuh


    Btw saya suka cara mereview nya, makasih ya mbak

    ReplyDelete

tambahkan teks diatas kolom komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel