Inilah 5 Manfaat Menjadi Narablog yang Perlu Sobat Tahu


“Bapak ibu dalam perjalanan pulang ke Jakarta nanti, kita akan melewati Museum Kata Andrea Hirata. Adakah yang berminat untuk mampir ke museum?” tanya gauide travel bus, saat kami melakukan perjalanan wisata setelah acara meeting tahunan kantor dua tahun yang lalu.
“Gratis kah, Pak?” tanya salah seorang rekan.
“Tiket masuk Rp 50.000,00 mas,” lanjut si bapak guide.
“Nggak usah pak, kami di sini orang lapangan koq. Banyak berurusan dengan orang dan banyak beraktivitas di jalan. Lanjut saja biar bisa segera sampai Jakarta dan teman luar daerah bisa segera pulang ke daerahnya masing-masing,” ujar salah satu rekan menambahkan.
“Oo begitu. Baiklah kalau begitu kita lanjut saja ya, bapak ibu. Soalnya dulu kami pernah mengantarkan study tour mahasiswa sastra dari salah satu universitas di Jakarta. Mereka sangat antusias dan merasa puas saat kami ajak ke Museum Kata Andrea Hirata itu,” bapak guide tur menjelaskan.
“Ya, beda pak, mereka kan calon sastrawan nah kita orang yang biasa di jalanan, hihi,” beberapa teman menyeletuk bersamaan dengan tawa yang lainnya.

Akhirnya Museum Kata Andrea Hirata pun kami lewati, tanpa ada yang berminat mengunjunginya. Itulah saya dahulu, tak pernah terpikirkan jika akhirnya saya akan menekuni dunia literasi dan menikmati asyiknya beraktivitas di depan laptop, pada sisa malam sepulang beraktivitas dalam dunia nyata. Sebuah aktivitas yang saya lakoni enam bulan terakhir ini. 
Andaikata dahulu saya menyadari akan menekuni dunia literasi, tawaran bapak guide tour tersebut pastinya akan saya sambut dengan antusias. Coba, kapan lagi saya bisa berkunjung ke Museum Kata Andrea Hirata di Bangka Belitung jika tidak waktu itu. Karena faktanya sangatlah jauh dari Sidoarjo, Jawa Timur jika harus berkunjung sendiri ke Bangka Belitung. Apalagi semenjak tiket pesawat yang naiknya aduhai di awal tahun 2019 ini. Berat diongkos cyn #Ehh
Tertarik menekuni dunia literasi ini bermula sejak menyadari bahwa ada mimpi lama yang belum terlaksana, yaitu menjadi perempuan berdaya walau tanpa keluar rumah. Walau kondisi ini sebenarnya agak terlambat juga sih saya sadari, yaitu semenjak memasuki usia matang dalam hidup dimulai. 
Seidaknya biar terlambat asal tetap dikerjakan, yak! Hehe daripada nggak sama sekali. Aktivitas di dunia literasi ini lebih banyak saya lakukan di dunia maya saja. Jadi tidak terlalu mengganggu aktivitas dunia nyata saya. Kecuali seringnya mengantuk di jalan saat dikejar date line tulisan, hihi.
Di era yang serba digital ini, dengan maraknya internet beserta media sosialnya, aktivitas menulis online ternyata makin diminati. Merangkak namun pasti, dimulai dengan kebiasaan orang-orang zaman now yang aktif bersosial media dengan merangkai kata dalam sebuah status serta keseruan saat melakukan sebuah aktivitas (baik pekerjaan maupun keseharian) yang biasa diunggah di facebook, instagram, twitter dan juga youtube-nya. Maka dunia menulis online pun makin menggeliat, terus tumbuh bersama komunitas-komunitas onlinenya. 

Pilihan menjadi penulis buku (baik buku solo maupun buku antologi), menjadi penulis artikel (baik media online maupun media cetak), penulis goshwriter (melalui job-job online), maupun sebagai narablog merupakan beberapa pilihan saat kita ingin berproduktif dalam karya di dunia literasi. Dan narablog adalah salah satu aktivitas dunia literasi yang sangat saya nikmati prosesnya saat ini.
Awal memasuki jagad narablog di awal Agustus tahun 2018 lalu dan saya pun mulai belajar memahami hal-hal digital berkenaan dengan blogspot yang lumayan agak sulit dipermulaannya. Seperti kata posting, kode blog, lay out, adsanse, templete awalnya sempat membuat saya stres untuk memahami dalam waktu singkat. Karena itu saya lebih memilih mengikuti training online agar tetap mempunyai pembimbing dan mempunyai komunitas jika sewaktu-waktu mengalami kesulitan dalam ber-narablog.
Nah Sobat berikut lima manfaat menjadi narablog yang membuat saya tertarik untuk menggeluti aktivitas ini, di sela sempitnya waktu karena tuntutan pekerjaan yang masih saya lakoni.
1. Jejak Kehidupan
Sobat Blogger mau nanya nih, pernah punya diary saat zaman sekolah dulu, nggak? Jika tidak, bisa jadi Sobat sudah termasuk para generasi Milenial ya, jadi curhatannya lebih banyak lewat status online. Beda sama saiyah yang orang tempo doeloe ini, hihi. Di Era remaja para Generasi X, curhatan lewat diary cukup kekinian kala itu. Terutama buat orang-orang introvert yang sering menikmati energi dalam dirinya sendiri. Maka buku harian atau diary merupakan ungkapan hati dan pikiran yang tercurah dalam buku mungil, yang menjadi jejak tersembunyi bagi Si Penulis. Karena hanya Tuhan dan Si Penulis saja yang tahu isi diary itu, hehe . 

Oleh karena itu menulis di blog, bagi saya serasa menulis diary seperti masa sekolah dahulu, kita bisa berpetualang seru dan mengasyikan dengan bercerita lewat rangkaian kata di jagad maya. Hanya saja dalam blog ini penulisannya harus lebih terstruktur karena niat awalnya memang untuk dipublikasikan, berbeda dengan diary yang untuk konsumsi pribadi saja.

Kita tinggal menulis apa saja yang kita lihat, kita rasakan dan kita nikmati, namun tetap harus memperhatikan struktur kalimat dan arah tulisan yang baik. Tentunya agar tulisan kita bisa lebih dinikmati pembaca.

Jadi tulisan kita di blog bisa menjadi jejak kehidupan yang akan kita wariskan pada putra putri kita kelak jika kita sudah tak menghirup udara di dunia fana ini.

2. Ajang Aktualisasi Diri Melalui Tulisan
Pernah bertanya siapa saya? Seringkali jati diri kita terkungkung pada status sosial dalam dunia nyata, bukan? Nah uniknya saat kita memutuskan menjadi narablog, warrbiasanya kita bisa mengekspresikan diri dengan gaya kita walau hanya lewat rangkaian kata dalam bentuk tulisan.
Kita bisa berekspresi layaknya reporter saat meliput sebuah event, padahal sebenarnya seorang psikolog. Atau bisa sok berkarakter sanguin, padahal aslinya plegmatis.

3. Makin Kaya Ilmu
Menjadi narablog berarti harus banyak ilmu yang musti kita serap dalam waktu cepat agar bisa mengikuti perkembangan jagad per-blogger-an. Apalagi jika kita memutuskan blog kita berniche lifestyle blog.

Kita harus menyerap banyak ilmu yang berkenaan dengan parenting, olahan makanan, infografis, komunikasi, bahkan tentang berbagai jenis teknologi yang lainnya. Karena narablog pasti tidak pernah lepas dengan seputar dunia teknologi, ya kan? Maka untuk memudahkan dan mempercepat pemahaman dalam berbagai ilmu, maka narablog membutuhkan sebuah komunitas.

Dalam wadah komunitas yang tepat, antar narablog akan saling support dan menyemangati agar bisa segera naik kelas. Dan biasanya dalam komunitas yang tepat, sering diadakan training-training seputar blog baik gratis maupun berbayar guna memonitize blog dan menaikkan standart blognya.

4. Tools Untuk Mendulang Rupiah
Dikarena banyaknya kebiasaan masyarakat yang beralih seiring pesatnya laju teknologi di era yang serba digital ini. Termasuk sarana jual beli lewat jagad maya yang terus bertumbuh pesat. Otomatis company atau brand sebuah produk akan mulai menyasar pasar digital juga, bukan? Dan teknik memasarkan via online di market online pun bakal banyak diminati.
Nah disinilah ladang para blogger ketjeh mendulang rupiah, bisa melalui review produk, content placement, sponsored post, event blogger dan berbagai kerja sama lain dengan brand. 

5. Bisa Langsung Menikmati Karya Tulisan 
Berbeda dengan membuat buku yang membutuhkan jasa penerbit, maupun pengiriman artikel via media web online yang harus mendapatkan persetujuan admin web-nya untuk mempublikasikan karya dalam tulisan. Saat memutuskan menjadi narablog, kita tidak membutuhkan kedua jasa tersebut. Kita tinggal publish dan share tulisan di blog kita ke sosial media (baik pribadi maupun komunitas).
Kita sudah bisa menikmati hasil tulisan kita dengan design cantik ala blog kita.

Berbicara tentang manfaat saat memutuskan menjadi narablog tentunya menjadi hal yang sia-sia jika kita tidak berusaha meng-up grade blog dan diri kita guna menjadi blogger yang selalu naik kelas nantinya. 

Dan berikut lima resolusi yang berusaha dikerjakan di tahun 2019 ini. Harapannya semoga dalam waktu cepat saya bisa segera merealisasikannya, walau sebenarnya berat juga sih karena masih ada tanggung-jawab pekerjaan dunia nyata yang harus dikerjakan.

1. Konsisten Posting Blog Minimal Dua Kali Satu Minggu
Walau berat seperti di awal tahun 2019 ini, di mana kami harus fokus pada pencapaian rencana kerja kantor sesuai schedule yang sudah ditetapkan kantor. Pastinya aktivitas ini cukup menguras banyak energi serta tenaga hingga nyaris tubuh menjadi lelah saat pulang kerja. Akibatnya aktivitas menulis di blog menjadi susah konsentrasi dan gagal posting blog.
Namun karena sudah ada niatan menjadi narablog yang naik kelas, walau berat ... harus tetap berkomitmen untuk merealisasikannya, hehe.
Dengan tetap mematuhi aturan kantor tentunya, karena saya masih berstatus karyawan sebuah perusahaan. #Bismillahbisa

2. Aktif Mengikuti Lomba Blog
www.nodiharahap.com

Sebenarnya jika kita mau peduli banyak lomba blog yang ditawarkan terutama melalui info lomba di tread beberapa komunitas, baik di Facebook maupun Instagram
Namun seringkali lomba-lomba tersebut terlewati karena beban aktivitas dunia nyata yang membuat lelah tadi. Oleh karena saya perlu mempersiapkan waktu yang tepat kapan bisa membuat draft tulisan, kapan mulai menulisnya dan kapan bisa mengedit sendiri tulisan, di sela sempitnya waktu karena harus bekerja dan urus aktivitas rumah, anak dan suami karena sudah tak memakai jasa ART.
Harapannya di tahun 2019 ini semoga ada lah ya lomba blog yang bisa dimenangkan.

3. Aktif dan Mulai Menggali Manfaat dengan Berkomunitas
Karena pentingnya sebuah komunitas bagi para narablog. Saya pun perlu mulai aktif di tahun 2019 ini untuk blogwalking di beberapa komunitas blog yang saya ikuti. Di sela aktivitas kerja di lapangan, saya bisa memanfaatkan blogwalking ini.
Berusaha ikut ambil bagian di beberapa komunitas saat sebuah komunitas mengadakan lomba blog jika persyaratan sudah mencukupi.
Harapnnya DA/PA juga bisa naik.

4. Aktif Mengikuti Job Review Produk yang Sudah Terdaftar dalam Link 
Di awal 2019 ini alhamdulillah sudah mulai terdaftar di salah satu link review produk. Berusaha memaksimalkannya dan mendapatkan yang terbaik, mayan juga sih buat isi artikel blog.
Harapannya mendapatkan hasil review terbaik dan bisa makin mahir dalam mereview produk.

5. Peduli Sosmed dengan Aktif Bersosmed Baik Instagram, Twitter maupun Facebook Pribadi
Peran akun sosmed pribadi penting juga dalam meningkatkan traffic blog. Oleh karena itu perlu juga untuk peduli dengan status yang akan diunggah di akun facebook, gambar yang akan ditayangkan di instagram dan cuitan yang akan ditulis di twitter.
Dan searching akun-akun mana saja yang bisa bermanfaat untuk tambahan ilmu blog.

Oke Sobat, sejak era digital dengan akses internet ada di mana-mana ini, bagi saya memutuskan menjadi seorang narablog merupakan pilihan yang mempunyai prospek bagus di masa depan. Meskipun penuh dengan tantangan dan rawan down karena ketatnya persaingan antar blogger. 
Maka menulis dengan hati senang dan bertujuan merupakan obat terbaik jika terjadi masalah dengan blog.
Happy Blogging Sobat Blogger!

By 

-Kinan-


48 Responses to "Inilah 5 Manfaat Menjadi Narablog yang Perlu Sobat Tahu"

  1. Wahm.sayang bangets ga mampir ke Museum Kata yaa..padahal ke sana lagi kini tiket dah 4 jt pp nya..duh
    Bener mbak, jika menjafi narablog itu banyak manfaatnya bagi diri. Seperti disebutkan di atas yang kesemuanya bisa memberi rasa bahagia yang bisa jadi tak terkira harganya.
    Selamat menekuni kegiatan barunya, sebagai narablog. Semoga makin sukses ngeblognya dan tetap semangat menebarkan kebaikan untuk sesama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mb Dian, eman banget. Kan gratis waktu itu, hehe.

      Iyes mengikuti senior terbaik, tetap semangat menebar manfaat.
      Makasih Mbak Dian dah jadi kakak senior yang menginspirasi.

      Delete
  2. aktif ikut lomba blog masih sulit untuk aku, entah kenapa asa enggak kuat kitu wkwk. sekarang nulis di blog kebanyakan tentang blogging aja atau tentang aplikasi gitu. Lebih nyaman buat saya. kalo untuk komunitas jelas itu penting banget, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, itu juga buat latihan saja koq Mb Steffi.
      Kalau mau jujur kita jadi tahu mastah2 lomba lainnya.
      Dan bagaimana beliau2 memonetize blognya.

      Tapi ya gitu, makin nambah keder jadinya, qiqiqi.

      Delete
  3. Saya pemula banget mb di dunia perbloggeran. Ternyata banyak banget manfaatnya. Asyiknya bisa nulis suka suka, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Bun Sri, apalagi saya, hehe.
      Enggak tahu dulunya kalau aktivitas menulis itu banyak manfaatnya.

      Yuk saling menyemangati, ya bun. ����

      Delete
  4. Nah PR buat saya itu adalah saya udah jarang aktif di facebook mbak. Padahal saya banyak joint sama komunitas tapi selalu telat baca info karna ya itu ga pernah saya tengok. Sama PR kedua konsisten menulis minimal 3x lah dalam seminggu. Seringnya mentok ide nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bismillah bisa sama2 terealisasi ya mbak.
      Saya pun sebenarnya berat, tapi setidaknya tetap dicoba, hihi.

      Yuk saling menyemangati Mbak Mega. ����

      Delete
  5. Luar biasa perjalannnya menjadi narablog. Semoga semakn sukses ke, depannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya Robbal Alamin.
      Makasih doanya ya ceu.

      Btw kalau Cue Meta dah pecah telor menang ya ceu.
      Bismillah nular ke saya, hihi.
      Aamiin

      Delete
  6. Semakin semangat ya mbak nulisnya. Resolusinya kereen nih, otw jadi blogger keren yaa hihi. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.
      Makasih doanya Teh Shinta.
      Makasih sudah menyemangati saya yg pemula ini. ����

      Delete
  7. Selamat datang di dunia blogging mba. Semoga konsisten ya membangun blognya dan semangatttt. Baca ini jadi mengingatkan saya untuk menulis minimal seminggu 2 x. Dulu begitu, tapi sekarang mulai goyah hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak Yeni.
      Semoga ketularan suksesnya Blog Bunda Erysha.
      Aamiin ��

      Delete
  8. Saya setuju, mbak,Menjadi narablog membuat kita mengaktualisasikan diri dan jadi banyak ilmu. Saya baru saja mulai aktif ngeblog nih, mbak. Pengen juga bisa konsisten menulis paling tidak seminggu sekali.
    Sukses ya, mbak, semoga menjadi narablog yang makin sukses

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.
      Makasih Mb Dewi.
      Bismillah sama-sama sukses kita ya mbak.
      Aamiin.

      Delete
  9. Mak Kinan, senang bisa kenal dirimu hehehe... teruslah menulis dan warnai dunia ini dengan kebaikan dan hal-hal bermanfaat ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh Mb Betty bilang gitu saja loh, saya dah seneng banget, hihihi.

      Terima kasih Mb Betty syantiik, sudah pernah menjadikan saya murid di kelas artikelnya. ����

      Delete
  10. Salam kenal ya mba, terus semangat dan menyemangati mengisi blog ya. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mb Ima.
      Terima kasih junior ini sdh disemangati.
      Salam kenal balik Mb Ima. ��

      Delete
  11. Saya termasuk produk jadul yg curhat si diary, bahkan msh menyimpan beberapa buku tersebut.
    Sepertinya saya harus fokus ngeblog nih biar bisa mendulang fulus...sukses terus ya Mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.
      Makasih Bun Sri untuk doanya.
      Sukses juga buat Bun Sri.

      Delete
  12. Senang ya mba jadi narablog. Saya baru mulai tahun ini nulis di blog.
    Semangat menebar manfaat lewat blog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga baru enam bulan koq mbak.
      Sama-sama baru kita koq mbak.

      Btw benar mbak, semangat menebar manfaat lewat blog.
      Makasih sudah mampir mbak.
      Salam kenal.

      Delete
  13. masih kinyis kinyis nih mbak...saya ikuti sarannya deh...mulai.dari posting dua kali seminggu. Jadi ada pencerahan nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak pa2 mbak.
      Saling menyemangati kita.
      Alhamdulillah jika tulisan saya bermanfaat. ����

      Delete
  14. Aku juga bermasalah dengan yang namanya konsisten. Biasanya karena kemaruk nerima kerjaan. Tahun 2019 ini, udah janji nggak nerima kerjaan baru. Nyelesain yang udah ada aja, ah. Selamat untuk job review-nya ya, Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mbak.
      Saya pun mengurangi training-training online, hehe.
      Fokus pada kemampuan nulis dulu.
      Makasih mbak.
      Bismillah bisa maksimal.

      Delete
  15. Salut banget saya sama mak Kinan, sibuk dengan pekerjaan kantor masih sempet konsisten ngeblog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe lebih tepatnya belajar konsisten ngeblog koq ustazah.
      Bismillah bisa.

      Delete
  16. suka dengan semangat mbak kinan. sukses ya dengan blognya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih untuk doanya Mb Wiyah.
      Makasih sudah mampir. ��

      Delete
  17. Setuju banget sama semua poinnya, Mbak. Karena sayapun mengalaminya. Sekarang ngeblog bukan cuma buat kenangan, tapi buat nambah tabungan, hihi.

    Btw, itu saya agak heran kok tour guidenya bilang tiket masuk museum kata andrea hirata 50rb. Saya pernah kesana, nggak ada tiket khusus. Adanya semacam kotak amal yang diisi secara sukarela. Tapi didalamnya ada semacam warung kopi, kalau mau minum kopi baru bayar lagi. Bisa baca artikelnya disini jika berkenan http://www.dudukpalingdepan.com/2015/05/museum-kata-andrea-hirata.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oo begitu ya mbak. Iya, kami diinfo bapak guidenya bayar Rp50.000,00 mbak. Wah makasih loh mbak, untuk url postingan saat ke museum Andrea Hirata-nya. Cukup mengobati rasa kecewa saya yang nggak bisa mampir ke sana.

      Delete
  18. Saya masih sering kelewat aja pengen ikut lomba blog. Seringnya diawal bulan sudah menandai, lomba blog mana yang akan diikuti, tapi sampai akhir bulan nggak publish juga tulisannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, mirip dikit kita lah mbak.
      Kalau saya ketambahan alasan, pulang malam plus kecapekan, jadilah mentok nggak nulis2, hihi.
      Bismillah saling menyemangati kita mbakkuh.

      Delete
  19. Yess...salah satu cara untuk bisa menulis dengan hati adalah lewat blog. Saya pun sering curhat-curhatan gak jelas di blog. Prinsip saya...saya menulis karena ingin bahagia. Kalau tertekan, gak usah nulis, deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh setuju banget mbak.
      Kalau saya, jika tertekan sulit keluar ide mbak.
      Maklum pemula, hihi.. ��

      Delete
  20. Amiin. Semoga sukses ya mbak resolusi 2019nya dan semakin berdaya dalam menjadi narablog yang juga saya tekuni. Hehe... Memang sangat menyenangkan bisa menjadi narablog ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.
      Terima kasih banyak untuk doanya Mb Eni.
      Terima kasih juga pernah memberikan ilmu reportasenya ke kami. ��

      Delete
  21. Masih harus belajar lagi menjadi narablog yang keren kaya dirimu mbak uuuuch

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mis Juli mah mastah di dunia literasi.
      Saya mah apalah Mis, hihi.
      Bismillah sama2 bisa mengambil dan menebar manfaat lewat narablog ya, Mis.
      Aamiin

      Delete
  22. Replies
    1. Sama-sama Mb Tira.
      Makasih sudah mampir mbak. ����

      Delete
  23. Semangat terus mbak. Nice info nih buat saya.

    ReplyDelete
  24. thanks sharingnya. Menulis memang utk aktualisasi diri saya nih

    ReplyDelete
  25. Saluutttt banget bagi ibu2 yang masih menggunakan sedikit waktunya buat ngeblog, padahal seharian udah capek bekerja.

    Emang ga ada yang mudah sih, taoi worth it kalau dilakukan.

    Saya juga kalau menulis bahkan bewe kadang eh seringnya mengorbankan waktu tidur.
    Ya gimana lagi, mau nunggu anak2 gede baru nulis?
    Belum tentu juga saat itu terjadi, tantangannya cuman waktu doang.

    Jadi sebisa mungkin disempat2in meski lelah jiwa raga hahahaha

    Btw saya juga awalnya menulis buat menyimpan kenangan sih, makanya saya kalau baca tulisan2 awal saya, kadang geli sendiri.
    Tapi membayangkan bisa dibaca beberapa tahun mendatang, saya jadi semangat lagi untuk terus meninggalkan jejak cerita :)

    ReplyDelete
  26. Susah juga sih mba kalau perginya rombongan gini, karena belum tentu senapas selera traveling-nya. Kalau saya even kaki pegel pasti milih masuk museum, haha... 50 ribu doang ketimbang harus beli tiket pesawat lagi. Eh tapi gpp, beli tiket oesawat lagi kan artinya liburan lagi ke tempat lainnya juga.

    Blog juga yang bikin saya jadi "nggak rugi" untuk traveling, walau memang sesuai dengan keuangan saya juga, yang didapat dari hasil ngeblog juga, haha...

    ReplyDelete

tambahkan teks diatas kolom komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel